Halo Mbak Teja,

Mbak Teja, saya sedang kebingungan perihal uang. Pasalnya, saya sangat ingin keluar dari tempat kerja yang sekarang karena sudah tidak cocok disana. Tapi yang bikin bingung, saya masih punya pinjaman berbunga 0% di kantor, dan baru lunas bulan Desember 2015. Saya juga belum ada pegangan pekerjaan baru, tapi saya punya dana darurat sebanyak tiga kali pengeluaran bulanan saya.

Oh ya mbak, saya masih single dan belum ada tanggungan. Saya bingung, apakah pinjaman itu sebaiknya dilunasi di awal dengan meminjam uang di tempat lain dulu (gali lubang tutup lubang), saya tunda saja resign sampai cicilan lunas, atau bagaimana ya? Sekalian saya minta tips, ya, mbak, secara finansial, apa yang harus kita persiapkan saat hendak berhenti kerja? Terima kasih sebelumnya, Mbak Teja.

Rieza – Jakarta

Dear Rieza,

Kondisi Rieza yang sangat ingin keluar kerja, saat ini terkendala oleh pinjaman lunak dari kantor. Pastinya, kalau ingin mengajukan diri untuk keluar kerja, maka harus melunasi seluruh utang yang tersisa. Sementara jumlah utangnya masih cukup banyak, sehingga agak memberatkan kondisi keuangan saat ini. Apalagi Rieza saat ini belum memiliki pekerjaan baru, sehingga ada biaya bulanan yang harus ditanggung saat tidak menerima gaji lagi. Otomatis, dana darurat harus digunakan untuk menanggung biaya bulanan ini.

Rencana Rieza mencari pinjaman untuk melunasi utang kantor kurang tepat, mengingat belum adanya pekerjaan lain. Tidak ada penghasilan, terbebani dengan biaya bulanan, apalagi ditambah dengan cicilan utang di tempat lain, tentunya menjadi kondisi yang tidak nyaman. Mengingat kondisi tersebut, saya melihat, yang paling baik memang menunggu sampai pinjaman kantor lunas di akhir Desember 2015. Dengan demikian, tidak ada lagi beban utang yang harus ditanggung dan tidak mengganggu keuangan.

Akan tetapi kalau Rieza memutuskan untuk keluar segera, maka ada beberapa alternatif yang bisa menjadi pertimbangan.

Alternatif 1
Keluar sekarang, lunasi utang menggunakan dana darurat.
Kondisi ini memungkinkan apabila dana darurat yang dimiliki cukup untuk melunasi utang. Kalau tidak cukup, sebaiknya alternatif ini tidak dipilih karena Rieza jadi tidak punya sama sekali untuk membiayai hidup yang sudah tidak berpenghasilan lagi.

Alternatif 2

Pilihan keluar kerja diambil setelah mendapat pekerjaan di tempat lain.
Dalam kondisi ini, Rieza tidak mengajukan diri sekarang, tapi menunggu sampai mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Segera setelah mendapat pekerjaan baru, artinya Rieza sudah memiliki penghasilan yang cukup memenuhi kebutuhan biaya hidup bulanan. Pembayaran utang bisa menggunakan dana darurat yang dimiliki. Segeralah menabung lagi untuk mengganti dana darurat yang digunakan untuk membayar utang tadi.

Alternatif 3

Mencari pinajaman tanpa bunga.
Pinjaman tanpa bunga biasanya diberikan oleh orang tua atau keluarga dekat yang mengerti kondisi Rieza saat ini. Orangtua dan keluarga dekat tentunya sangat mengerti dengan keinginan Rieza untuk keluar kerja dengan segera. Pinjaman tanpa bunga dari keluarga digunakan untuk melunasi utang ditempat kerja saat ini. Kalau perlu, Rieza juga bisa mnyampaikan keinginan untuk mulai membayar cicilan setelah kembali bekerja. Setiap orang tentunya tidak berniat untuk berhenti bekerja apabila kondisi pekerjaan baik – baik saja, sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Akan tetapi, situasinya terkadang berbeda dari harapan. Untuk itu, maka hal – hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Dana Darurat,

Siapkan dana darurat yang multiguna bagi keuangan kita. Artinya, untuk memenuhi kbutuhan kondisi darurat keuangan pribadi dan keluarga, tapi juga untuk mencukupi biaya hidup bulanan saat kita tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. Bagi si lajang, dana darurat yang minimal perlu dimiliki adalah sebesar 3 x biaya bulanan. Sementara untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang minimal perlu dimiliki adalah sebesar 6x biaya bulanan.

2. Batasi Utang Konsumtif

Utang konsumtif akan memberatkan keuangan kita dalam kondisi tidak memiliki penghasilan. Minimalkan jumlah utang konsumtif yang kita miliki, sehingga kondisi keuangan kita lebih baik dan stabil.

3. Sesuaikan Periode Utang

Kalau kita memiliki gambaran untuk tetap di perusahaan ini seumur hidup, tentu saja kita bisa memiliki utang di kantor salam periode panjang. Akan tetapi, kalau kita memiliki rencana untuk tidak terlalu lama di suatu tempat, maka sebaiknya pinjaman kantor di ambil dalam periode pendek dan dalam jumlah yang wajar. Dengan cara ini, kita akan lebih mudah melunasinya, saat kita ingin pindah ke tempat kerja lain.

4. Cari Pekerjaan Lain

Cobalah untuk mencari pekerjaan di tempat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja. Hal ini tentunya akan meringankan keuangan kita dan tidak mengganggu pembayaran rutin bulanan yang kita miliki.
Nah, Rieza, cobalah cari alternatif yang paling memungkinkan dengan kondisi saat ini. Jangan terlalu memaksa apabila kondisi keuangan tidak cukup memenuhi biaya hidup saat tidak berpenghasilan.

Tejasari CFP®

Nova 1389/XXVII 6-12 October 2014

Comments are closed.

WhatsApp chat