Bad Debt; Good Debt (bag.-1: Hutang Baik)

Hari geneee, ga seru kalo ga punya hutang. Hampir semua orang sepertinya punya hutang, mulai dari hutang KPR (Cicilan rumah), KPM (cicilan mobil/motor), Kartu Kredit, sampai kredit panci, he he he…

Saya selalu terkagum kagum dengan orang yang sama sekali tidak punya hutang. Ada lho ternyata, ga percaya kaaaan. Wah, hidup mereka mungkin damai banget ya, ga ada masalah hutang.

Tapi, apa bener hutang selalu membuat kita susah……ga juga kok. Ada hutang buruk dan ada hutang baik. Kalau kita punya hutang baik, mengaturnya dengan baik, tentu ada manfaatnya juga buat kita.

Good Debt

Hutang baik adalah hutang yang memberikan manfaat finansial bagi kita. apa sik manfaat finansial itu? tentu saja manfaat yang bisa dinilai secara finansial, dimana apabila dihitung, nilainya lebih besar dari dari pembayaran hutang yang dilakukan. Bagaimana kriteria dari Good Debt ini?

Kebutuhan Primer;

Rumah, kendaraan, adalah contoh kebutuhan primer yang perlu dimiliki. Tapi, pembelian rumah ke dua atau kendaraan kedua, mungkin sudah tidak menjadi kebutuhan primer lagi.

Nilainya terus meningkat;

KPR atau kredit rumah adalah salah satu contoh, dimana seiring dengan berjalannya waktu, harga rumah yang kita cicil akan terus meningkat. Berbeda dengan kredit mobil, dimana pada umumnya semakin lama harganya akan semakin turun.

Tanpa bunga;

Tentu saja, kalau kita bisa berhutang tanpa bunga, akan menyenangkan. Pinjaman dari keluarga atau kantor, biasanya tidak mengenakan bunga. Juga pinjaman kartu kredit saat ini banyak yang diberikan dengan bunga 0%.

Dari kriteria tersebut, maka contoh dari Good Debt adalah :

Kredit untuk pembelian properti seperti rumah, apartemen, tanah, ruko. Properti pada umumnya selalu akan meningkat harganya.

Kredit untuk pembelian kendaraan pertama, karena untuk kondisi saat ini akan sangat memudahkan kita apabila memiliki kendaraan. Tapi ingat ya, hanya untuk kendaraan pertama yang perlu kita miliki.

Kredit untuk Bisnis. Dana yang kita terima dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis, dimana cicilannya dibayar dengan menggunakan hasil bisnis.

Kredit untuk pendidikan. Ada beberapa orang yang menganggap pendidikan adalah investasi. Sehingga berhutang untuk dana pendidikan merupakan hal yang baik. Saya termasuk orang yang tidak menyukai hal ini. Pendidikan yang baik tidak harus mahal. Jadi, siapkan dana pendidikan dengan baik, pilih tempat yang sesuai dengan dana yang ada, tanpa harus berhutang.

Good debt bisa menjadi Bad debt apabila kita tidak berhati-hati. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini contohnya adalah:

Cicilan bunga melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Dalam kondisi ini, pastikan anda bisa membayar cicilan hutang secara wajar. Jika telah melebihi rasio 30% maka hutang anda sudah melebihi batas kemampuan anda sebenarnya.

Kredit untuk bisnis bisa menjadi bad debt, apabila perkembangan bisnis tidak seperti yang diperkirakan dan anda tidak mampu untuk membayar cicilannya.

Cicilan 0% bisa mendorong anda kearah konsumtif. Dalam kondisi ini, biasanya mudah sekali terpancing untuk membeli barang barang yang tidak perlu dengan iming iming 0%.

Nah, bagaimana dengan hutang yang anda miliki sekarang? Apakah semuanya dalam kondisi Good Debt?

 

penulis: Teja

foto: “i.o.u. diambil dari eggnog.com | “perangkap hutang” diambil dari: niknasri.com

Comments are closed.