Apakah tabungan dan deposito bisa untuk investasi?

 

Produk Bank dalam bentuk tabungan dan deposito, tentu saja menjadi produk standart yang dimiliki hampir semua orang di Indonesia. Buat sebagian besar orang, tabungan dan deposito adalah tempat menyimpan uang yang paling aman. ya, tentu saja, karena uang kita di tabungan saat ini dijamin oleh pemerintah hingga sebesar Rp. 2 miliar. Jadi, tidak ada kekhawatiran lagi akan hilangnya dana kita di Bank.

Apa saja kelebihan dari penempatan dana di Bank dalam bentuk tabungan dan deposito ?

Seperti telah disebutkan sebelumnya, dana kita di Bank akan dijamin oleh pemerintah hingga senilai Rp. 2 miliar. Inilah yang menjadi manfaat utama dari tabungan dan deposito, keamanan dan tidak khawatir uang kita turun nilainya.

Manfaat berikutnya adalah faktor likuiditas nya yang mengalahkan produk apapun. Apabila kita memiliki tabungan di Bank, maka kita bisa menambahkannya kapan saja kita mau. Transfer atau setor dana bisa dilakukan kapan saja, bahkan saat jam kantor tutup, bisa dilakukan setor uang melalui ATM. Begitu juga penarikannya, bisa dilakukan 24 jam 7 hari seminggu. Agak sedikit berbeda dengan tabungan, Deposito hanya dapat dicairkan pada waktu tertentu sesuai jangka waktunya, akan tetapi apabila dalam kondisi darurat kita membutuhkan, tentu saja pencairan tetap bisa dilakukan.

Tapi, apakah tabungan dan deposito bisa untuk investasi ?

Istilah investasi sendiri, selalu berhubungan dengan faktor “risk” & “return” artinya ada faktor risiko yang kita harus tanggung dan juga tentunya ada hasil yang lebih tinggi. Sehingga, apabila tabungan memberikan keamanan yang tinggi dan dengan bunga yang relatif kecil, maka istilah investasi kurang tepat apabila kita menempatkan dana kita di tabungan, begitu juga bunga deposito masih relatif kecil dibanding produk investasi yang umum berlaku.

Saat ini bunga tabungan yang berlaku umum adalah sekitar 2 – 3% belum lagi dikurangi pajak 20% dan biaya bulanan.  Sementara bunga deposito berkisar antara 5 – 7% juga dikurangi pajak 20%. Mungkin, hanya bunga deposito yang masih bisa disetarakan dengan inflasi saat ini. Akan tetapi, kalau tabungan, maka yang pasti lebih kecil dari tingkat inflasi yang berkisar di 4,3% saat ini. apa artinya ? artinya secara riil uang kita bukannya bertambah malah akan terus berkurang karena tergerus oleh inflasi.

Dari sini, bisa kita lihat, bahwa tabungan dan deposito belum bisa dimasukkan sebagai produk investasi. Dalam bidang Perencanaan Keuangan, tabungan umumnya digunakan untuk operasional harian, tempat keluar masuknya uang. Dana  masuk dari penghasilan, gaji, bunga deposito ataupun transfer dari segala macam kegiatan. Juga keluar untuk pembayaran pembayaran yang kita lakukan. Tabungan juga dialokasikan sebagai dana darurat, umumnya untuk keperluan ini kita butuh alokasi tabungan khusus yang dananya tidak diganggu gugat kecuali dalam kondisi darurat.

Begitu pula Deposito, umumnya Deposito dialokasikan untuk penempatan Dana Darurat, dan penempatan dana yang sudah pasti akan digunakan dalam beberapa bulan kedepan, umumnya untuk tujuan dibawah 1 tahun.

Lalu, kemana kita ber investasi ?

Sudah banyak sekali produk investasi yang tersedia saat ini. Sebut saja reksadana, obligasi retail indonesia, emas, trading saham, properti, yang memberikan kita kesempatan untuk meningkatkan dana kita dengan hasil yang jauh lebih tinggi dari tabungan dan deposito. Tapi, selalu diingat tentu saja memberikan resiko yang lebih tinggi dari produk Bank itu sendiri.

Ingin berinvestasi tapi takut akan resiko kehilangan uang ? pilihlah dulu produk investasi dengan resiko rendah seperti reksadana pasar uang, emas, obligasi retail indonesia. Apabila kita sudah nyaman berinvestasi, ayo jangan takut untuk mencoba produk investasi dengan risiko yang lebih tinggi. Salah satu cara mensiasati risiko yang tinggi dalam berinvestasi adalah dengan diversifikasi. yaitu menempatkan dana pada beragam produk, agar risiko lebih kecil, dan gunakan produk investasi dengan risiko tinggi untuk tujuan jangka panjang

Selamat berinvestasi!

 

Penulis :
Tejasari CFP®
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting
www.tatadana.com

Comments are closed.

WhatsApp chat