Berhutang untuk hobi, boleh kah?

 

“Loe tuh hobi banget sih jalan2, naik gunung!”

“Jadi hobi baru kamu itu fotografi? Mahal ya bo modalnya.”

“Eh gw tuh suka banget koleksi make up, walaupun gw bukan artis, tapi gw suka aja berekperimen dengan make up yang gw punya.”

Sering dengar kan percakapan diatas, iya hobi kamu apa sih? Secara definisi Hobi adalah sesuatu yang kita sukai dan kita lakukan untuk mendapatkan kesenangan. Memang bukan jenis aktifitas yang mutlak harus kita lakukan, biasanya orang memulai hobinya di waktu yang luang, makin kesini orang memandang hobi lebih penting, dan merasa harus meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi mereka. Karena ada kepuasan, kesenangan dan perasaan-perasaan yang menyenangkan setelahnya.

Beberapa artikel yang pernah saya baca, hobi ini sebenarnya punya manfaat yang luar biasa pada kehidupan kita. Antara lain :

Peredam stres, hidup di kota tercinta Jekardah kita ini, cukup bikin stres bukan? Atau siapa sih orang yang ngga punya masalah dalam hidupnya? Dengan menyalurkan hobi, sejenak pikiran kita akan tercurah dan terfokus dengan hobi kita dan bisa melupakan sejenak masalah dan rasa stres yang ada.

Bersosial, dengan memiliki hobi tertentu, maka terbuka kesempatan bagi kita untuk bisa bergabung di klub-klub hobi tersebut. Menambah networking dan pertemanan bukan.

Menambah sumber pendapatan, jika hobi kita geluti dan kerjakan disukai banyak orang dan bisa menghasilkan uang.

 How much is too much?

Perlu diketahui bahwa membelanjakan uang kita untuk hobi itu tidak mengapa, asalkan sesuai dengan budget yang ada. Masalah financial akan muncul jika pengeluran hobi kita membengkak, atau terlalu besar dari kebutuhan pokok yang lain. Atau bahkan justru mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok lainnya yang lebih prioritas. Yakin bukan kesenangan yang akan kita dapatkan malah timbul masalah yang baru. Kalau anda sudah melakukan perencaan keuangan keluarga yang komprehensif, baik dengan menyewa jasa Independent Financial Planner atau melakukannya sendiri, membelanjakan uang anda untuk hobi terasa tidak ‘berdosa” lagi.

Boleh kah berhutang untuk hobi?

Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, coba pelajari dulu hobi anda, kenali lebih dalam hobi anda, gali informasi sebanyak mungkin tentang hobi anda. Yakinkan pada diri anda, kalau hobi ini sesuatu yang anda sukai, dan benar-benar akan membuat anda senang, bukan sebaliknya.

Setelah informasi didapat mulai lakukan pemenuhan hobi secara bertahap, dengan memakai budget yang seminim mungkin, dan kalau dana yang dibutuhkan untuk hobi cukup besar cobalah untuk menabung dulu. Percayalah dengan menabung dahulu, maka setiap rupiah yang anda belanjakan akan lebih berarti. Nah siapa tahu hobi anda disukai banyak orang, dan malah bisa mendatangkan uang.

Contoh : Apakah anda termasuk orang yang selalu mengabadikan makanan yang anda pesan dan mengunggahnya ke sosial media? Hah! Gotcha… :p Jika benar bisa jadi hobi anda adalah fotografi makanan. Dari yang bermodal hanya sebuah kamera telepon pintar (smartphone), kemudian mencari informasi dan referensi bagaimana mengambil gambar makanan dengan tata cahaya, tata letak, dan editing yang bagus. Dan setelah diunggah di beberapa sosial media, hasilnya disukai banyak orang dan bahkan ada yang ingin menyewa jasa anda sebagai food fotography untuk launching produk mereka. Nah jika hobi anda sampai berkembang menjadi sesuatu yang lebih profesional dan bisa menghasilkan uang (monetized) dalam jumlah tertentu secara rutin, Nah berhutang sebagai modal tambahan sih sah sah saja. Jangan lupa berutang pun, harus dihitung bagaimana kita melunasinya tanpa menggangu pemenuhan kebutuhan pokok lainnya.

If your finances are in good shape, though and you have disposable income in your budget, there’s no reason not to fund your hobby. We all need that enjoyment almost as much as we need food if we’re going to live life to the fulles.

Ira Puspitasari

Associate Financial Planner

Tatadana Consulting

Masih  belum jelas dengan artikel diatas, Ingin bertanya dan berkonsultasi langsung? Hubungi Tatadana Consulting, Grha Toejoeh Empat lantai 3 Jalan Wolter Monginsidi No.15 Jakarta Selatan 12110, (021-7235949), www.tatadana.com

 

Comments are closed.

WhatsApp chat