Selamat siang, Bu Teja.

Saya Andria dari Jakarta. Saya bekerja dan sudah menikah dengan 2 orang anak berusia 10 tahun dan 15 tahun. Sejak ayah saya meninggal, ibu saya mulai sakit – sakitan dan sering masuk rumah sakit karena penyakit komplikasi. Ibu akhirnya tinggal di rumah saya.

Sebagai anak tertua saya merasa bertanggung jawab merawat ibu, termasuk membawanya berobat. Masalahnya adalah biayanya tidak sedikit, kan, Bu. Belum lagi saya harus menyewa jasa perawat untuk Ibu di rumah, karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk terlalu banyak beraktivitas.

Saya coba mendaftarkan BPJS, namun banyak orang bilang repot mengurusnya. Saya tertarik dengan asuransi, namun masih ragu. Asuransi seperti apa yang seharusnya diambil? Bagaimana menurut Bu Teja? Saya minta masukannya ya, Bu. Terima kasih.

Andria – Jakarta

——————–

Jawab :

Dear Mbak Andria,

Sebagai seorang anak, tentunya kita memiliki kewajiban untuk menjaga orangtua kita. Akan tetapi, usia orangtua kita yang sudah tua, memberikan konsekuensi bagi kita yang juga harus menanggung biaya hidup termasuk biaya kesehatan, apabila orangtua kita tidak memiliki uang pensiun yang cukup.

Biaya kesehatan orangtua tentunya menjadi sebuah masalah bagi keluarga kita, karena jumlahnya cukup besar dan bisa mempengaruhi keuangan keluarga. Sebagai alternatif tentunya kita bisa mengambil asuransi kesehatan bagi  orangtua. Akan tetapi, sejalan dengan usia yang terus bertambah, maka premi asuransi kesehatan juga akan terus meningkat. Artinya, premi asuransi kesehatan bagi orangtua kita tentunya akan menjadi cukup mahal.

Saat ini pemerintah sudah memberikan fasilitas BPJS, dimana dengan biaya yang sangat murah, kita bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang cukup layak. Sayangnya, saat ini belum semua rumah sakit bisa menerima pasien dengan BPJS. Tambahan lagi, banyak peserta BPJS yang merasa tidak terbantu, karena prosesnya seolah –olah di-“anak-tiri”- kan dibanding pasien lainnya. Belum lagi proses antrenya yang cukup panjang. Namun, di sisi baiknya, banyak juga orang yang sudah tertolong dengan BPJS dan bisa merasakan manfaatnya dengan maksimal.

Untuk bahan pertimbangan memilih yang terbaik, coba kita bandingkan kedua alternatif tersebut.

Asuransi Kesehatan

Semakin tua usia tertanggung, maka premi asuransi yang harus dibayarkan semakin tinggi. Cobalah kita lihat kemampuan keuangan keluarga, apakah mampu membayar premi asuransi kesehatan tersebut.

Apabila membeli asuransi kesehatan, perlu cermat memilih, karena biasanya setiap asuransi kesehatan memiliki syarat – syarat tertentu. Belilah asuransi kesehatan yang mengganti seluruh biaya saat di rumah sakit, bukan hanya memberikan penggantian uang harian saja.

Tanyakan juga, apabila orangtua kita saat ini sudah memiliki penyakit, apakah biaya kesehatan dari penyakit tersebut akan diganti atau tidak. Kalau tidak, artinya kita tidak bisa memanfaatkan asuransi kesehatan tersebut secara maksimal, karena penyakit yang sudah diderita yang justru menjadi beban keuangan saat ini, tidak akan diganti biayanya.

Asuransi kesehatan juga membagi fasilitas kesehatan menjadi dua, yaitu biaya berobat jalan ke dokter dan biaya di rumah sakit. Tentu saja, premi yang harus dibayarkan juga akan berbeda. Maksimal usia yang ditanggung juga kadang menjadi kendala. Apabila usia orangtua kita sudah cukup tua, bisa jadi pihak asuransi tidak mau menanggungnya.

BPJS

Biaya bulanan BPJS tidak dipengaruhi oleh usia tetapi dipengaruhi oleh kelas kamar yang kita pilih. Premi sangat murah dibandingkan dngan premi asuransi kesehatan. BPJS akan membayarkan biaya berobat jalan ke dokter dan juga biaya selama di rumah sakit tanpa terkecuali.

Apabila peserta sudah memiliki penyakit tertentu, faislitas BPJS tetap bisa digunakan, bahkan sampai seumur hidup. Proses pengurusan memang agak panjang, karena harus ke puskesmas yang kita pilih. Kalau kita memiliki waktu yang cukup untuk menjalankan proses tersebut, fasilitas BPJS bisa menjadi alternatif yang cukup baik.

Nah, melihat pada perbandingan tersebut, silahkan Mbak Andria memilih yang mana yang lebih nyaman bagi keluarga. Masing – masing orang tentunya memiliki pertimbangan yang berbeda.

Tejasari CFP®

NOVA 1421/XXVIII 18 – 24 Mei 2015

Yuk, cek kesehatan keuangan dan hitung dana pendidikan anak, dana pensiun dan tujuan keuangan lainnya dengan kalkulator Finansial : www.keuanganitumudah.com.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat