Cukupkah BPJS Ketenagakerjaan?

Siang Bu Teja. Saya Amy (38) bekerja sebagai karyawan swasta sudah 12 tahun. Saya sudah berkeluarga dengan 3 orang anak berusia 8, 6, dan 2 tahun. Suami (45) pun bekerja sebagai karyawan swasta, dan jika disatukan penghasilan kami Rp. 20 juta per bulan.

Belakangan terdengar kabar perusahaan tempat suami bekerja terancam pailit dalam waktu dekat, banyak juga rekan kerjanya yang dipensiundinikan bahkan sebelum menginjak usia 50 tahun. Saya dan suami tentu ketar – ketir mendengarnya.

Anak kami pun masih kecil – kecil dan butuh biaya besar, terutama untuk pendidikan dan kesehatannya. Kami juga masih mencicil KPR rumah sebesar Rp.5 juta per bulan hingga 10 tahun ke depan, dan kredit mobil Rp. 3 juta per bulan masih hingga 2 tahun ke depan. Selama ini kami tidak memiliki investasi tertentu. Asuransi kesehatan keluarga pun hanya bersandar pada kantor suami.

Saya hanya rutin menabung di tabungan pendidikan untuk anak pertama dan kedua sejak empat tahun lalu, setiap bulannya Rp.2 juta. Selebihnya kami tak memiliki tabungan. Untuk hari tua, kami hanya mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, kami punya cita – cita pensiun bisa bahagia dan tak kekurangan soal keuangan.

Mungkin kami terlalu konsumtif ya, Bu, untuk hal – hal yang tidak prioritas. Apa yang harus saya lakukan ? apakah memperbesar tabungan, ikut asuransi, atau mencoba investasi? Apakah cukup mengandalkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempersiapkan pensiun?

Tolong saya Bu Teja agar keuangan kami tetap sehat jika kondisi perusahaan suami memburuk. Terima kasih.

——————–

Jawab :

Dear Mbak Amy,

Banyak orang bertanya kenapa kita perlu untuk mempersiapkan Dana Pensiun? Jawabannya pasti kita sudah tahu sebenarnya, karena saat pensiun tidak ada lagi penghasilan rutin bulanan dan bonus tahunan yang akan kita terima. Di samping itu, saat memasuki usia pensiun, kondisi kesehatan kita tidak memungkinkan untuk bekerja lagi seperti sebelumnya. Sehingga apabila kita ingin bekerja lagi setelah pensiun, maka penghasilan yang kita dapatkan akan lebih kecil.

Dengan kondisi tersebut, maka sebagai seorang pekerja, sangat disarankan untuk mempersiapkan Dana Pensiunnya di kemudian hari. Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan, telah membuat program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dananya dibayarkan setiap bulannya oleh karyawan dan perusahaan tempat bekerja.

Apa yang kita dapatkan dari program JHT pada BPJS Ketenagakerjaan ? Tentunya, dana yang telah kita kumpulkan selama bekerja (5,7% dari gaji setiap bulannya) ditambah dengan hasil pengembangannya.

Di samping itu, pemerintah melalui BPJS juga memiliki program Jaminan Pensiun. Dana yang telah dikumpulkan selama kita bekerja (3% dari gaji setiap bulannya), akan diberikan setiap bulannya saat kita pensiun, apabila kita telah menjadi peserta BPJS Jaminan Pensiun lebih dari 15 tahun.

Apakah dana yang terkumpul di BPJS dengan program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun cukup untuk biaya hidup kita saat pensiun? Tentu saja ini sangat berbeda – beda pada setiap orang. Mbak Amy bisa menanyakan pada perusahaan berapakah saldo yang dimiliki saat ini, dan perkiraan uang yang akan didapat nanti setelah memasuki masa pensiun. Dari hasil perkiraan tersebut, coba kita hitung apakah uang itu cukup untuk biaya hidup kita?

Kalau tidak, artinya, apabila suami Mbak dipensiundinikan oleh perusahaan saat ini, maka suami Mbak harus bekerja lagi untuk menambah kekurangan penghasilan untuk biaya hidup keluarga.

Nah, mengingat kondisi perusahaan suami yang mulai tidak nyaman, saat ini segera siapkan dana darurat yang bisa memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga selama suami mencari pekerjaan lagi atau penghasilan lainnya. Sisihkan lebih banyak dana setiap bulannya untuk ditempatkan di dana darurat, setidaknya tercapai 6 X biaya bulanan. Akan lebih baik lagi apabila bisa mencapai 12 X biaya bulanan.

Dengan dana darurat yang tersedia sebesar 6 -12 bulan biaya hidup , maka ada cukup waktu yang bisa digunakan oleh suami untuk bisa mencari pekerjaan atau mencari penghasilan lain untuk biaya hidup keluarga selanjutnya.

Apabila kondisi keluarga sudah stabil lagi dan membaik, mulailah juga mempersiapkan dana pensiun bagi Mbak dan suami di usia tua nanti.

Tejasari CFP®

NOVA 1449/XXVIII 30 November – 6 Desember 2015

Mau berkonsultasi lebih lanjut membuat rencana keuangan untuk dana pensiun anda? Yuk, kirim email ke : tanya@tatadana.com atau datang langsung ke : Grha Toedjoeh Empat No.3 , Jalan Wolter Monginsidi No. 15, kebayoran baru, Jak – Sel 12110 / Tlp : 021.7235949 / 081318621626.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat