Dana Darurat Dana Penyelamat

Apa saja sebenarnya keperluan mendadak yang sering kita hadapi sehari-hari? Banyak orang yang memberi contoh yang hampir sama: yaitu mengalami sakit sehingga harus keluar biaya berobat, saudara atau orang tua mengalami sakit,  saudara atau teman pinjam uang, ataupun mobil rusak perlu segera ke bengkel.

Keperluan mendadak seperti inilah yang menuntut kita untuk punya uang tunai yang bisa segera dipakai. Uang tunai ini biasanya langsung kita ambil dari uang yang tadinya dialokasi untuk pengeluaran rutin sehari-hari. Akibatnya pengeluaran kita di bulan itu menjadi membengkak.

Karena kehabisan uang tunai, maka biasanya kita langsung berpaling pada kartu kredit. Kartu kredit yang tagihannya di bulan depan akan memberatkan pengeluaran bulanan kita. Yang akhirnya menyebabkan kita kekurangan uang tunai kembali. Demikian seterusnya siklus ini bisa saja terus berlangsung dari bulan ke bulan.

Disinilah pentingnya sejak sedini mungkin kita membuat satu rekening khusus untuk dana darurat. Sejumlah uang disisihkan terus setiap bulannya untuk masuk ke rekening dana darurat. Rekening dana darurat ini haruslah tabungan khusus yang berbeda dengan tabungan yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Jadi disaat-saat keperluan mendadak muncul, uang tunai yang telah terkumpul di rekening dana darurat inilah yang akan menjadi penyelamat. Bisa dibilang hidup tanpa dana darurat itu ibarat hidup tanpa pelampung keselamatan. Saat bahaya datang, kita tidak punya alat penyelamat. Sungguh riskan, bukan?

Tidak memiliki dana darurat membuat keselamatan keuangan kita terancam bahaya. Bahaya over budget, bahaya tergantung pada kartu kredit, bahaya alur dana bulanan kita berantakan. Mari hindari bahaya-bahaya ini. Mari siapkan dana darurat, siapkan pelampung hidup kita.

Penulis :
Felicia Imansyah RFA®
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting
www.tatadana.com

Comments are closed.

WhatsApp chat