Daya Tahan Ekonomi Kita Kuat

 

Inilah satu tulisan yang saya sangat tertarik saat membacanya. Ditengah kegalauan dunia akan timbulnya resesi ekonomi di tahun 2012, banyak pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia akan aman aman saja. Tentu saja ini membuat kita senang. Tetapi tulisan ini, membuat saya tambah yakin, bahwa Indonesia memang akan baik baik saja.

Diuraikan dengan cukup detail kenapa Indonesia punya kemampuan untuk bertahan dari krisis, dengan angka angka yang nyata, membuat kita menjadi mengerti dan mampu mengatakan bahwa……”ya… Indonesia akan mampu melewati masa masa sulit ini”. walaupun banyak istilah ekonomi yang buat orang awam musti mengernyitkan dahi, tetapi sebenarnya tulisannya cukup ringan untuk dicerna.

Memasuki tahun 2012, saya tetap menyarankan, jangan berhenti berinvestasi. kenali profil resiko kita. Jika anda konservatif, perbanyaklah investasi diproduk yang memiliki resiko rendah, kalau perlu menambah emas yang dimiliki. Untuk yang moderat, seimbangkan portofolio kita, tetap berinvestasi dalam jumlah kecil secara reguler. Bagi yang Agresif….bukankah ini waktunya untuk membeli? He he he. Tetaplah berhati hati dan waspada.

“Talk to your Financial Planner”.

”fasten your seatbelt, we’re flying in turbulence. Thank you for flying with stock market”

[Tejasari]

———–

Daya Tahan Ekonomi Kita Kuat
Analisis : Faisal Basri
Kontan 23 November 2011
Penulis : Narita Indrastiti

Pada 2012, situasi ekonomi dunia akan mengalami sedikit pelambatan, namun tidak akan mengarah ke resesi. Sebab, hampir semua negara di dunia ini menganut ekonomi pasar dan demokrasi. Jadi kalau resesi, mereka akan mencari cara untuk menghindarinya.

Memang gejolak global membuat rupiah kita melemah dalam lima hari berturut-turut. Tetapi jika diperhatikan, depresiasi rupiah relatif yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Jadi ini bukan karena rupiah kita melemah tetapi karena dollar yang menguat.

Saat pasar bergejolak September lalu, cadangan devisa kita memang turun. Namun turunnya paling besar hanya US$10 milliar. Sedangkan China bisa sampai US$ 60 milliar.

Krisis Eropa justru akan menyebabkan pembalikan modal atau capital reversal dari Eropa. Mereka akan menanamkan uangnya ke negara yang menghasilkan return terbesar. Dan return terbesar ya di Indonesia. Imbal hasil investasi di Indonesia masih positif sekitar 2,5%, sementara yang lain minus.

Kualitas capital inflow yang masuk pun semakin baik. Investor semakin percaya pada prospek jangka panjang ekonomi Indonesia. Jadi meski dunia krisis, saya yakin kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan, daya tahannya paling baik dan bakal terhindar dari krisis.

Ini sudah terlihat pada tiga kuartal terakhir tahun ini, ekonomi Indonesia tidak turun, tetapi konstan di 6,5%. Saya optimistis tahun depan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh sebesar 6,6%, meski kondisi perekonomian global masih tak menentu.

Bahkan sampai 2015 ekonomi kita masih akan ekspansi. Menurut saya, Indonesia masih punya ruang sekitar enam sampai tujuh tahun lagi u ntuk menaikkan pola pertumbuhan ekonomi. Bahkan, sangat mungkin sekali, Indonesia menjadi negara maju pada 2025 mendatang.

 

foto; sebagai ilustrasi: Atlit Angkat Besi Lisa Rumbewas; diambil dari sulekha.com | lisa-rumbewas_photo_1088114.htm

 

Comments are closed.

WhatsApp chat