Hai Pebisnis, Yuk Persiapkan Dana Darurat Keluarga Anda

 

Beberapa orang yang saya temui yang memang menjalankan bisnis (dalam skala kecil dan menengah), saat ditanya punya dana darurat untuk keluarga?rata-rata bilang, tidak! dan akan menjawab  seperti ini “ahh untuk apa ada uang ditabungan banyak-banyak, yang tidak diputarkan ke bisnis,  returnnya kecil, mending uangnya diputarkan ke bisnis, untungnya bisa berkali-kali lipat” iya itu kalau untung, kalau sedang collaps?wah bisa- bisa bukan hanya biaya hidup saja yang turun, kualitas hidup pun bisa ikut-ikutan turun dan yang lebih parah lagi ada yang sampai berhutang sana sini untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Tidak sedikit yang sampai menjual aset  dan ada yang efek negatifnya pendidikan anak-anaknya menjadi ikutan terlantar. Ga nakut-nakutin loh. Ini benar-benar kejadian yang terjadi di dunia nyata. Jadi dana darurat sangat penting bagi pebisnis.

Berapa  kisaran ideal dana darurat keluarga untuk anda yang mempunyai bisnis?idealnya adalah harus mempunyai minimal 12 x pengeluaran/bulan. kalau dihitung nilainya cukup lumayan ya. Kenapa bisa begitu? Tipikal bisnis adalah naik turun, sehingga pendapatan tiap bulannya menjadi tidak pasti. Saat pendapatan sedang dibawah, dana darurat bisa dipakai sebagai penyelamat. Dan juga bayangkan Saat bisnis sedang terpuruk,masa recovery bisa membutuhkan waktu 1 tahun bahkan lebih. Atau jika ingin membuka bisnis baru, untuk sampai pada masa break event point(BEP) atau balik modal rata-rata bisa mencapai 1-3 tahun.

Dana darurat  juga bisa sebagai buffering jika bisnis memang benar-benar hancur, masih ada waktu sampai dengan 1 tahun untuk suami bisa mendapatkan kerja kembali. Atau bagi para istri yang selama ini tidak bekerja masih ada waktu 1 tahun bagi istri mencari pekerjaan untuk membantu keuangan keluarga.

Supaya dana darurat masih bisa menghasilkan return, maka penempatannya pun bisa dibagi-bagi lagi. Namun sesuai dengan fungsinya yaitu untuk dana JAGA-JAGA/sebagai buffering keuangan keluarga maka penempatannya pastikan yang mempunyai resiko paling kecil.  Minimal kita harus punya 1 x pengeluaran dalam tabungan sebagai dana darurat dan sisanya bisa dibagi lagi ke dalam Deposito, Emas dan Reksadana Pasar Uang (RDPU) sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kenyamanan keluarga Anda.

Aprida
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting
www.tatadana.com

Comments are closed.

WhatsApp chat