Pada suatu sore dihari Minggu, saya asik menonton acara TV. Ada salah satu acara yang cukup menarik buat saya waktu itu, judulnya “Jika Aku Menjadi”.  Acara ini menceritakan tentang kehidupan orang miskin berjuang mencari makan untuk hidupnya. Seperti acara reality show lainnya, saya hanya menonton sekilas sekilas, menangkap maksudnya, dan oooooh ok deh.

setiap orang pastinya punya persepsi yang berbeda beda untuk acara ini. bagi saya, tentu saja acara ini membuat hiba saya muncul. Lalu, apa yang bisa kita perbuat ? Tidak seperti stasiun tv itu yang kemudian membuatkan warung didepan rumah, tentu saja saya tidak mampu untuk melakukan itu. saya hanya berniat untuk bisa beramal lebih banyak dan berdoa mudah mudahan suatu hari saya punya uang yang banyak untuk bisa membantu orang orang itu. he he he niat boleh dong.

Mendekati Idul Adha ini, saya kembali teringat dengan acara tersebut. Dan saya berfikir inilah waktunya yang disediakan bagi kita untuk berbagi. Ketika staff marketing saya bertanya, apa yang bisa disampaikan mengenai masalah keuangan dalam rangka Idul Adha. Saya hanya bisa berfikir, bahwa pada saat Idul Adha, niat kita untuk berbagi diuji. Pada saat ini, kita semua  bersama sama memakan makanan yang mungkin sudah biasa, tapi buat para penerima kurban, makanan ini hanya bisa dimakan setahun sekali. Tidak ada kewajiban bagi umat Islam untuk berkurban, tapi justru itulah ujian bagi kita.

Karena tidak ada kewajiban, kita tidak tergerak untuk mengalokasikannya tiap tahun. Kalo ada uang ya berkurban, kalo ga ada uang ya ga usah. Jangan melihat pada besarnya amal yang akan kita dapatkan kalau berkurban, tapi cobalah liat, bagaimana orang orang itu berebutan dan ngantri untuk bisa mendapatkan daging. Tentu kita akan bersyukur dengan kondisi kita saat ini, bahwa kita masih lebih beruntung dari mereka.

 

Lalu, bagaimana supaya ada dananya tiap tahun untuk berkurban ? ga susah kok, alokasikan aja setiap tahun dalam pengeluaran tahunan. Sisihkan saat kita menerima bonus atau THR. Yang paling tepat adalah waktu kita menerima THR, karena jaraknya yang cukup dekat dengan Idul Adha. Jangan lupa, setiap tahun harga kambing nya suka naik, jadi selalu hitung perkiraan kenaikan harga dibandingkan tahun lalu. Kalau sudah niat, pasti ada jalannya, dan yang pasti ga susah kok jalaninnya.

Bayangkan,  Jika Aku Menjadi  orang orang tersebut, pasti kita akan senang kalau sekali setahun bisa makan daging.

Selamat Idul Adha

Semoga segala amal kita diterima oleh Allah YME

Tejasari; tatadana consulting: konsultan perencana keuangan independen.
foto diambil dari: Liber.It

Comments are closed.

WhatsApp chat