Heboh kenaikan harga BBM bersubsidi belum berakhir juga sampai sekarang. Apalagi keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi itu belum tuntas. Sebenarnya, bukan hanya kenaikan harga BBM yang membuat kita khawatir, tapi efek sampingnya. Sudah jelas, Organda (organisasi angkutan darat) sudah siap siap menaikkan tarif, efeknya akan terus merambat ke banyak hal. Harga barang dan jasa otomatis juga siap siap naik.

Diatas kertas, pemerintah sudah membuat perhitungan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi ini. apabila harga BBM premium naik sebesar Rp. 1.500,- per liter, maka akan mendorong :

  • Peningkatan Inflasi sebesar 2,15%
  • Peningkatan Kemiskinan sebesar 0,98%
  • Menurunnya daya beli masyarakat sebesar 2,1%
  • Penghematan bujet subsidi sebesar Rp. 31,58 triliun

Dengan asumsi peningkatan inflasi sebesar 2,15%, Pemerintah sendiri optimis bahwa inflasi tahun ini maksimal hanya menjadi sebesar 6,8%.

Lalu, apa artinya angka-angka tersebut bagi kita?

Peningkatan inflasi menjadi sebesar 6,8% dapat diasumsikan dengan meningkatnya biaya pengeluaran hidup kita sebesar 6,8%. Apabila pengeluaran hidup bulanan kita sebesar Rp. 10 juta, maka secara sederhananya kenaikannya adalah sbb. :

  • Pengeluaran Bulanan     Rp. 10 juta
  • Kenaikan                             6,8%
  • Atau sebesar                     Rp. 680.000,-

Pada pelaksanaannya mungkin kenaikan biaya hidup kita akan jauh meningkat dibandingkan kenaikan inflasi itu sendiri. Artinya, kenaikan biaya hidup kita mungkin jauh lebih besar dari Rp. 680 ribu per bulannya.

Berapapun kenaikannya, sudah pasti, kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya-biaya hidup, sehingga sejatinya kita semua perlu memiliki perencanaan dalam mengelola keuangan keluarga. sekarang, buka kembali laptop Anda, dan lihat budget cash flow kita. ayo, lakukan langkah-langkah ini :

  1. Pastikan investasi yang telah dilakukan secara rutin setiap bulannya akan tetap berjalan. Porsi tabungan / investasi adalah bagian yang paling pantang dikurangi. Jadi lewatkan bagian ini dan pastikan tetap berjalan sesuai rencana.
  2. Jangan tambah hutang. Berhutang artinya ada beban bunga yang akan kita bayarkan, otomatis ada pengeluaran tambahan yang harus kita sisihkan. Dengan naiknya biaya hidup, jangan bebani lagi cash flow bulanan kita dengan beban bunga ini.
  3. Berapa pengeluaran pribadi kita setiap bulannya? Biaya handphone, fitness, shopping, salon, pijit, adalah biaya pengeluaran pribadi yang menjadi sasaran pertama untuk penghematan biaya bulanan.
  4. Lihatlah pola pengeluaran rutin keluarga. Dengan kenaikan biaya bulanan, apabila kita tidak memiliki penghasilan yang fleksibel, dan  tidak mungkin ada peningkatan penghasilan, maka pengeluaran inilah yang juga perlu disikapi dengan bijak.

Kenaikan biaya hidup merupakan suatu yang pasti. Bukan hanya kenaikan harga-harga, akan tetapi karena kebutuhan dasar keluarga akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Ada 2 jenis perjuangan yang selalu kita lakukan tanpa kenal waktu :

Berjuang meningkatkan penghasilan

atau

Berjuang menyesuaikan pengeluaran anda

Mana yang anda pilih?

Comments are closed.

WhatsApp chat