Setelah sebelumnya dibahas tentang hutang baik, maka sekarang mari kita bahas hutang buruk.

Ya, saat kita berbicara soal hutang, konotasinya pasti langsung tidak baik. Jadi, sudah sewajarnya kita mengerti bahwa berhutang itu tidak baik, walaupun tidak selalu. Nah, inilah saatnya kita memilah milah saat kita akan berhutang, jenis hutang apa yang sebaiknya kita hindari.

Inilah kriteria hutang jelek

1. Pembelian untuk barang yang nilainya turun

Coba kita bandingkan antara membeli rumah dan membeli mobil. Satu tahun kedepan harga rumah sudah naik 10% dari harga awal. Sementara harga mobil sudah jatuh -25% dari harga awal. Saat membeli rumah aset kita bertambah, saat membeli mobil aset kita berkurang cukup besar.

Lebih parah lagi kalau kita membeli barang konsumtif seperti sepatu, baju, makanan dengan hutang. Seandainya kita membeli barang tersebut dengan kartu kredit dan belum saja dilunasi hingga setahun, bunganya pasti tinggi sekali. Tapi, berapa nilainya barang yang kita beli tahun lalu itu ? sudah tidak ada nilainya, alias nol. Barangnya sudah tidak bernilai, tapi hutangnya belum selesai juga. Parah kan.

2. bunga nya tinggi

Perbandingan untuk bunga hutang biasanya kita bandingkan dengan bunga tabungan.

Bunga tabungan         2%

Bunga KPR                 10%

Bunga KTA                 25%

Bunga Kartu Kredit   40%

Nah, bagaimana ? masih mau berhutang dengan kartu kredi t?

2. Pengenaan biaya tambahan

Sudah jatuh tertimpa tangga pula” peribahasa ini cocok sekali dengan kondisi saat kita berhutang, bayarnya sudah susah, ditambah denda pula, ditambah lagi biaya administrasi. Cari tahu kondisi hutang kita apakah ada biaya administrasi yang dikenakan diawal, juga berapa besar denda yang dikenakan saat kita telat membayar. Semakin tinggi biaya-biaya yang dikenakan, sebaiknya kita jauh jauhlah dari hutang itu.

Kelihatannya dari penjelasan diatas, jelek sekali ya penggunaan kartu kredit dan KTA untuk berhutang. Bunganya tinggi, ditambah denda dan biaya administrasi, penggunaannya untuk barang konsumtif pula. Jadi apakah kita tidak boleh menggunakan kartu kredit dan KTA ?

Bukan begitu ceritanya

Kartu kredit akan sangat bermanfaat kalau kita menggunakannya hanya sebagai alat pembayaran. Dari sisi kepraktisan penggunaannya serta membantu pengaturan cash flow kita, maka kartu kredit tentu cukup dibutuhkan saat ini. Hanya saja kita harus membayar saat jatuh tempo dan jangan telat membayar. Itulah saat dimana kartu kredit akan mencengkeram kita menjadi hutang buruk.

KTA atau kredit tanpa agunan, juga memiliki manfaat yang cukup baik, apabila kita membutuhkan dana untuk kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Periode waktu yang cukup panjang (hingga 5 tahun), membantu kita memberikan kita sedikit nafas diantara ketatnya cash flow bulanan kita. Beda dengan kartu kredit yang tidak dikenakan bunga kalau kita membayar tepat waktu, KTA langsung mengenakan bunga di bulan pertama. Selalu ada positif dan negatif dari setiap produk

Sebaiknya, buatlah pengaturan keuangan yang baik agar kita tidak memiliki hutang buruk. Buatlah dana darurat, untuk bisa digunakan saat kondisi darurat keuangan melanda. Bayarlah semua tagihan tepat waktu. Dan sadarilah bahwa hutang akan menyebabkan kita membayar lebih tinggi dari harga barang yang sebenarnya.

Tejasari CFP®

Comments are closed.

WhatsApp chat