Indeks Saham turun, apa yang harus kita lakukan ?

Hebohnya nikai kurs yang meningkat terus hingga mencapai Rp. 13.500,- ternyata masih kalah dibandingkan dengan heboh turunnya indeks saham di bursa Indonesia minggu lalu. Dari nilai tertinggi tahun ini di angka 5523 pada tanggal 7 April 2015, indeks turun hingga mencapai 4837 pada tanggal 15 Juni 2015.

Apa artinya ?

Dari angka 5523 ke angka 4837, artinya terdapat penurunan sebesar 12,4% hanya dalam waktu 2 bulan.

Kalau dalam bentuk uang, uang kita yang sebelumnya sebesar Rp. 1 juta turun menjadi Rp. 876 ribu, atau yang sebelumnya sebesar Rp. 100 juta turun menjadi Rp. 87,6 juta

Cukup banyak juga

Tapi, angka itu tidak terlalu lama, siang ini tanggal 24 Juni, indeks sudah bergerak naik lagi ke angka 4965

bej

Apa yang terjadi ?

Membaiknya perekonomian Amerika dan issue peningkatan bunga The Fed, Bank Central nya Amerika, membuat banyak dana asing menjual sahamnya di Indonesia dan mulai kembali kesana. Disamping itu, peningkatan kurs dollar yang belum ada tanda tanda membaik juga menambah sentimen negatif.

Apakah indeks akan terus meningkat lagi ?

Setelah turun dalam pada tanggal 15 Juni minggu lalu, terlihat perubahan positif. Kurs dollar sudah mulai turun, begitu pula indeks sudah semakin meningkat mendekati angka 5000 kembali. Tidak ada yang bisa menjawab pasti indeks akan terus membaik, atau malah kembali buruk.

Apa yang harus kita lakukan ?

Kalau kita bukan tipe investor yang aktif, dan melakukan investasi secara reguler setiap bulan, maka tidak banyak yang perlu kita lakukan. Lakukan investasi reguler seperti biasa. Tapi kalau kita ingin meningkatkan investasi, inilah waktunya yang baik untuk membeli disaat harga murah.

Masih ingin diskusi tentang naik turunnya indeks ?

Talk to your Financial Planner.

Financial Planner Tatadana akan dengan senang hati berbicara dengan Anda.

Atau hubungi kami di tanya@tatadana.com  atau telp di 021 7235949/7229232/081318621626

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat