Tanya :
Bu Teja, saya banyak mendengar bahwa investasi di bidang properti sangat menjanjikan ketimbang investasi di bidang lain. Kebetulan saya memiliki tabungan yang lumayan jumlahnya dan hanya mengendap begitu saja di rekening. Saya juga memiliki sebidang tanah seluas 2.500 m2 di Bekasi warisan dari keluarga yang belum dimanfaatkan. Terpikir untuk membuat rumah ala cluster, atau kos-kosan mengingat lokasinya berdekatan dengan pabrik. Atau, uangnya saya belikan beberapa unit apartemen saja untuk disewakan. Saya masih bingung, Bu. Tolong berikan saya saran bagaimana memulai usaha di bidang properti bagi pemula seperti saya. Terima kasih.
——————–
Jawab :
Properti memang salah satu investasi yang diminati banyak orang. Harganya cenderung meningkat dari tahun ke tahun tanpa takut harga turun, membuat properti menjadi pilihan investasi di Indonesia. Keuntungan lainnya, properti bisa memberikan 2 jenis pendapatan, yang pertama pendapatan dari nilainya yang terus meningkat. Pemdapatan kedua dari properti adalah dari hasil sewa. Apa pun dalam bentuk properti bisa disewakan, rumah, ruko, toko, apartemen, bahkan tanah yang tidak ada bangunannya pun bisa ditawarkan sebagai lahan usaha atau parkir.

Salah satu yang perlu diperhatikan saat kita membeli properti adalah lokasinya. Apabila kita ingin membeli rumah untuk tempat tinggal, maka lokasi yang dekat dengan fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit serta banyak angkutan umumnya, akan lebih disukai. Berbeda apabila kita ingin memiliki properti untuk berdagang misalnya, maka lokasi yang dicari adalah yang memiliki tingkat lalu lalang orang yang cukup tinggi.

Apabila saat ini kita sudah emmiliki tanah, maka pemanfaatan dari properti yang dimiliki sangat disarankan melihat pada lokasinya agar hasilnya bisa optimal. Tanah yang cukup luas dekat dengan pabrik, bisa dijadikan kos-kosan atau rumah petak yang disewakan. Mengingat karyawan pabrik umumnya akan memilih untuk tinggal di kos –kosan atau menyewa rumah petak untuk yang sudah memiliki keluarga.

Membuat rumah ala cluster dan menjualnya mungkin kurang pas, karena kebutuhan untuk membeli rumah bagi pegawai pabrik kurang tinggi. Menyewa dalam bentuk kos-kosan atau kontrakan akan lebih digemari. Lakukan riset kecil – kecilan terlebih dahulu untuk melihat berapa sewa bulanan kos-kosan dan rumah petak di sekeliling. Dengan mengetahui perkiraan penghasilan bulanan, kita bisa membandingkan dengan biaya pembangunan, apabila cukup menguntungkan maka usaha ini bisa kita mulai.

Membeli apartemen dan menyewakannya, juga menjadi alternatif apabila kita ingin berinvestasi di properti. Penghasilan sewa dari apartemen umumnya lebih tinggi daripada hasil dari menyewakan rumah. Perhatikan lokasi dari apartemen yang ingin kita beli. Sekali lagi, lakukan riset kecil – kecilan, apakah tingkat penyewaan tersebut cukup tinggi dengan harga yang menguntungkan.

Apabila saat ini kita masih bingung untuk memilih yang mana, coba perhatikan lagi berapa jumlah dana yang akan kita alokasikan? Besarnya dana ini tentu saja akan berpengaruh pada rencana kita ke depannya. Apabila kita ingin membangun rumah kos –kosan atau rumah petak. Selalu siapkan dana setidaknya sebesar 150% dari perhitungan anggaran kita. Karena umumnya, saat membangun ada saja hal-hal yang tidak kita masukkan dalam anggaran dan juga untuk menyiasati kemungkinan peningkatan harga bahan bangunan. Apabila kita ingin membeli apartemen, kita harus menyiapkan anggaran untuk merenovasi interior apartemen juga untuk membeli perabotan yang layak. Dengan interior yang layak kita bisa menawarkan harga sewa lebih baik.

Memiliki rumah kos-kosan juga memerlukan perhatian yang lebih besar dari kita. perlu kontrol yang lebih tinggi, baik dari segi perawatan bangunan dan juga dalam menghadapi orang yang tinggal di sana. Juga saat pembangunan rumah kos, kita perlu ikut mengawasi proses pembangunannya.

Sementara, apabila kita membeli apartemen, biasanya kita tinggal terima jadi dan tidak perlu kita ikut mengawasi pembangunan apartemennya. Bahkan bisa juga kita membeli apartemen yang sudah jadi. Saat menyewakan apartemen, juga akan lebih mudah karena ada pengelola apartemen yang akan membantu kita untuk perbaikan maupun pengawasannya.

Alternatif mana yang akan kita pilih? Tentu saja akan berbeda pada setiap orang. Pertimbangkan mana yang lebih sesuai dengan kondisi kita sekarang, baik dari segi dana, waktu dan kebutuhan saat ini.

Tejasari CFP®

NOVA 1435/XXVIII 24 – 30 Agustus 2015
Mau berkonsultasi lebih lanjut mengenai investasi kamu? Yuk, kirimkan email ke : tanya@tatadana.com atau datang langsung ke : Grha Toedjoeh Empat No.3 , Jalan Wolter Monginsidi No. 15, kebayoran baru, Jak – Sel 12110 / Tlp : 021.7235949 / 081318621626.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat