Is It Time to Buy or Bye?

Setelah melewati minggu yang membuat jantung kita deg-degan, akhirnya kita sekarang lebih tenang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) “meluncur turun” hingga mencapai di bawah 4000 dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) “terbang tinggi” hingga di atas Rp 11.000.

Banyak orang yang bertanya, apa yang harus mereka lakukan dengan investasinnya? Mari kita telaah bersama-sama.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Sebenarnya pasar modal kita masih lemah dan hal ini disebakan dana asing. Ya, sebagian besar dana asing yang ditempatkan di pasar modal kita masih bersifat jangka pendek atau istilahnya “hot money”.

Hot money ini bisa membuat pasar modal kita bergerak naik dengan cepat saat mereka masuk. Tapi, saat hot money keluar, maka guncanglah pasar modal kita.

Satu tahun terakhir, sekitar US$ 50 miliar dana asing masuk ke Indonesia. Ini terjadi sejak Amerika Serikat menggelontorkan dana stimulus (quantitave easing) hingga sekitar USD$ 2 triliun.

Rezim devisa bebas di Indonesia membuat dana asing mudah keluar masuk. Dana asing yang tersedia cukup besar sehingga terus-menerus masuk ke Indonesia, dan hingga per Juli mencapai total US$ 192 miliar.

Ketika kebijakan berubah di Amerika Serikat, The Fed berencana menarik kembali uang ke pasar secara bertahap. Rencana inilah yang kemudian memicu kehebohan. Istilahnya, dolar AS pulang kampung kembali. Masalahnya, di saat bersamaan, suplai dolar AS ke Indonesia pun menipis. Neraca transaksi berjalan minus dan cadangan devisa juga berkurang.

Alhasil, rupiah dan IHSG jatuh bersama-sama.

Apa yang harus kita lakukan?

Kalau kita memiliki rencana keuangan yang bagus, tidak ada yang harus kita lakukan. Semua berjalan seperti biasa. Jadi, Anda tetap berinvestasi secara regular dan sesuai rencana. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, entah rencana keuangan Anda jangka pendek, menengah, atau panjang.

Jangka pendek

Kebutuhan jangka pendek pasti sudah ditempatkan di investasi yang memiliki risiko kecil. Sebut saja reksa dana pasar uang, deposito, atau tabungan. Cek kembali kapan kita membutuhkan dananya, ya! Kalau ragu menyimpan dana di reksadana pasar uang, bisa dicairkan dan dipindahkan ke deposito di bank yang baik.

Jangka Menengah dan Panjang

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk jangka menengah dan panjang. IHSG akan kembali membaik dan dana dapat dicairkan sesuai waktunya. Ingat, tetaplah berinvestasi sesuai rencana secara reguler. Bagi yang memiliki profil risiko agresif, bukankah ini waktunya yang baik untuk membeli? Yes, this is the right time to buy!

 

Masih khawatir dengan investasi dan rencana keuangan kita ?
Talk to our Planner:
Lici Imansyah : 0816 484 2978 lici@tatadana.com
Aprida : 0821 2355 7919 aprida@tatadana.com
Teja: tejasari@tatadana.com

Photo: www.reuters.com

Comments are closed.

WhatsApp chat