Mbak Teja,

Saya dan suami bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji UMR, memiliki dua anak, satu pembantu rumah tangga, dan satu tanggungan orangtua ( Ibu Mertua ). Setiap menjelang lebaran, pasti saya dan suami dipusingkan dengan persiapan dananya. Memang sih, kami berdua mendapat THR. Tapi begitu banyak kebutuhan yang harus dibeli, Mbak. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana caranya mengelola uang gaji dan THR tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan termasuk setelah Lebaran. Tolong beri tips – tipsnya, Mbak.

Terima kasih.

——————–

Jawab :

Menjelang lebaran, pastilah menjadi saat yang menyenangkan bagi seluruh keluarga, dan tentunya hari yang dinantikan setelah berpuasa sebulan lamanya. Namun, di satu sisi, biasanya ada banyak hal yang harus kita persiapkan, termasuk mengatur keuangan agar bisa memenuhi kebutuhan Lebaran.

Kebutuhan yang harus dibeli dalam menghadapi Lebaran, rasanya begitu banyak, dan sayangnya biaya – biaya yang harus kita bayarkan harganya menjadi lebih tinggi. Sehingga rasanya uang THR yang kita terima habis begitu saja menguap untuk kebutuhan keluarga.

Nah, inilah waktunya bagi kita untuk bisa pintar dalam mengatur pengeluaran. Langkah yang paling awal harus kita lakukan adalah tahu untuk memilih mana “ kebutuhan “ dan mana “ keinginan “. Karena keinginan tidak ada batasnya, sehingga kalau ingin memenuhi semua keinginan maka uang yang kita miliki tidak akan pernah cukup. Akan tetapi, berbeda dengan ‘kebutuhan” yang bisa kita kelola sesuai dengan kondisi keuangan kita.

Sebelum menghabiskan uang THR, maka terlebih dahulu sebaiknya kita membuat daftar rencana pengeluarannya. Tulis saja semua pengeluaran yang kita inginkan beserta dengan berapa besarnya dana yang dibutuhkan. Setelah daftar semua pengeluaran dibuat, barulah kemudian kita susun berdasarkan prioritas kebutuhan kita. Pada kondisi ini, prioritas kebutuhan setiap keluarga akan berbeda. Coba diskusikan dengan suami, mana yang jadi prioritas keluarga saat ini.

Contoh prioritas yang digunakan pada banyak keluarga adalah sebagai berikut :

  • Membayar zakat.
  • Melunasi utang kartu kredit yang masih ada.
  • Membayar THR pembantu dan pekerja rumah lainnya.
  • Memberikan THR untuk orang tua.
  • Menyisihkan untuk kurban pada Idul Adha tahun ini.
  • Transportasi dan akomodasi pulang kampung.
  • Membeli baju lebaran untuk keluarga.
  • Membeli kebutuhan makanan lebaran.

Bagaimana seandainya dana yang dibutuhkan jauh melebihi uang yang kita miliki saat ini? Dalam kondisi seperti ini, ada 2 pilihan yang bisa kita lakukan. Pertama, mencoret pengeluaran yang paling tidak penting menurut keluarga. Atau, langkah kedua yang bisa kita ambil adalah mengurangi jatah anggaran dan mensiasati agar total uang yang dibutuhkan menjadi cukup.

Langkah, pertama, susah – susah gampang, karena rasanya semua pengeluaran itu penting. Diskusi yang mendalam dengan suami akan sangat membantu kita untuk mengambil keputusan. Misalnya, tahun ini keluarga tidak membeli baju Lebaran.

Langkah kedua, lebih mudah dalam mengambil keputusan tapi memerlukan cara pintar dari kita untuk melakukannya. Misalnya, untuk transportasi dan akomodasi  pulang kampung, kita membuat rencana untuk pulang beramai –ramai dengan mobil sebagai pengganti pulang dengan pesawat terbang.

Satu hal yang penting sekali harus kita ingat adalah jangan berutang untuk kebutuhan Lebaran. Kalau memang uang THR kita tidak cukup, jangan paksakan diri kita dengan berutang menggunakan kartu kredit misalnya. Cukupilah uang THR yang kita miliki untuk kebutuhan keluarga. Berutang akan membuat keuangan kita terbebani di bulan – bulan berikutnya, dan akan mengurangi kebahagiaan Lebaran keluarga kita.

Tejasari CFP®

NOVA 1425/XXVIII 15 – 21 Juni 2015

Yuk, cek kesehatan keuangan dan hitung dana pendidikan anak, dana pensiun dan tujuan keuangan lainnya dengan kalkulator finansial : www.keuanganitumudah.com.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat