Kita memang bangsa pencinta emas. Dari sejak jaman nenek moyang kita, kerajinan emas sudah berkembang sedemikian pesatnya. Jika kita melongok ke sebuah ruangan di musium nasional, maka kita akan menemukan ruangan khusus perkembangan peradaban kerajinan emas sejak jaman nenek moyang kita.

Fisik emas yang berkilau cantik cemerlang membuatnya bertahan untuk dicintai dari generasi ke generasi. Sejak awal tahun 1980’an harga emas turun dan bertahan dalam posisi stagnan hingga awal tahun 2000’an. Dan tahun kemarin emas mencapai harga tertingginya, dan sekarang mulai tampak trend yang menurun. Trend yang menurun inilah yang perlu kita hati-hati perhatikan.

Selain trend yang mulai turun, bagi anda yang baru mulai ingin berinvestasi emas, ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan:

 

  • Jika diniatkan untuk investasi, belilah emas batangan, dan bukan emas perhiasan. Emas perhiasan lebih mahal harganya karena saat membeli kita dikenakan ongkos biaya pembuatan. Sementara saat menjual, ongkos biaya pembuatan ini tidak lagi diperhitungkan.

 

 

  • Emas batangan tidak mengenal trend mode, sehingga kapan pun anda ingin menjualnya, penurunan harga akibat faktor ‘kuno’ atau ‘ketinggalan jaman’ yang dialami oleh emas perhiasaan, tidak berlaku.

 

 

  • Belilah emas batangan yang bersertifikat resmi. Logam mulia dari ANTAM merupakan salah satu pilihan yang baik.

 

 

  • Bagi pemula atau anda yang konservatif gunakan lah metode: sisihkan uang sedikit demi sedikit, lalu belikan emas. Mulailah dengan cara konvensional seperti ini. Jangan dulu ikut-ikut skema kebun emas, gadai emas maupun skema lain yang lebih kompleks.

 

Untuk apa sih kita berinvestasi emas? Dalam perencanaan keuangan, emas dipakai sebagai produk investasi untuk dana darurat, karena sifatnya yang mudah ditransaksikan. Jadi kepemilikan emas disarankan sebatas jumlah dana darurat yang dibutuhkan. Selamat berinvestasi emas yang aman!

Felicia Imansyah

Comments are closed.