Kita Buat Shopping Account Yuukk..!!

Sepertinya tidak ada yang tidak suka dengan kegiatan berbelanja ini. Setiap orang baik pria atau pun wanita menyukai kegiatan ini.

Apalagi, saat ini para konsumen telah dimanjakan dengan fasilitas berbelanja dengan mudah, salah satunya dengan Online shopping.

Berbagai kemudahan mendapatkan barang dengan Belanja Online, selain nyaman, menghemat waktu, tenaga, mudah membandingkan, banyak pilihan, kemudahan pembayaran, jangkauan luas, untuk harga..ehhmm, mungkin tidak berbeda jauh, bisa lebih murah atau bahkan lebih mahal.

Dari cash sampai dengan menggunakan credit card dengan penawaran sale/diskon serta cicilan 0% atau penggunaan point reward untuk berbelanja. Sah – sah saja ya memberikan reward untuk diri sendiri, salah satunya dengan hobi belanja ini. namun, awas kebablasan..!!bisa membahayakan keuangan anda! Apalagi jika menggunakan kartu kredit, waahh kalau kebablasan menggunakannya bisa over limit dan menyebabkan utang berbunga tinggi, ga mau kan??!!

Adakah cara mengontrol hobi belanja kita ini?

Sebenarnya semua tergantung dari pribadi kita ya, kalaupun mau bisa dengan membuat alokasi dana belanja (Shopping Budget), tujuannya agar bisa mengontrol dan menjadi “alarm” peringatan untuk kita.

Darimana asalnya alokasi dana belanja ( shopping budget) ini?

Dari penghasilan bulanan, dari bonus tahunan, atau penghasilan lainnya? Kalau dari penghasilan bulanan, sisihkan langsung setiap bulan setelah menerima gaji. Misalnya berencana untuk menyisihkan Rp500 ribu setiap bulan, maka saat menerima gaji langsung pisahkan dan masukan dalam alokasi shopping account. Tapi kalau menyisihkannya dari THR, bonus tahunan atau bonus lainnya, tentu harus menunggu sampai uangnya tersedia.

Buat rekening terpisah

Setelah alokasi dananya siap, sebaiknya langsung sisihkan di rekening terpisah dari rekening sehari-hari. Alokasikan dana di rekening ini secara rutin setiap bulan, jika alokasi dananya dari penghasilan bulanan. Atau kalau alokasinya dari bonus tahunan, maka tabungan ini diisi saat bonus tahunan datang.

Uang yang disisihkan juga ga harus menggunakan rekening bank terpisah kalau memang menyulitkan. Bisa menggunakan cara yang lebih sederhana yaitu pakai amplop

Berbelanja Menggunakan Kartu Debit

Pilihlah rekening yang memiliki kartu debit yang bisa digunakan di banyak tempat berbelanja. Karena tujuannya untuk berbelanja, pilih kartu debit yang memberikan manfaat lebih dalam berbelanja, seperti diskon, poin belanja tambahan, atau manfaat berbelanja lainnya.

Fokuslah pada barang / jasa yang memang sangat diinginkan atau diidamkan atau yang memang menjadi target untuk dibeli.

Berbelanja menggunakan kartu kredit

Terkadang manfaat berbelanja dengan kartu kredit lebih banyak dan lebih menggiurkan dibanding menggunakan kartu debit. Nah, untuk kondisi seperti ini harus sangat disiplin. Pastikan berapa saldo dari shopping account  setiap ingin berbelanja. Gunakan kartu kredit dengan batas limit sebesar saldo yang tersedia. Begitu tagihan kartu kredit datang, segeralah bayar dan jangan biarkan tagihan itu menjadi utang yang tidak berbayar.

Sebagai konsumen yang cerdas, bahkan kita bisa memanfaatkan si kartu kredit ini untuk belanja kembali menggunakan poin reward atau promo diskon di toko-toko tertentu . contoh : belanja kebutuhan bulanan menggunakan kartu kredit namun belanjanya sesuai dengan budget yang sudah dianggarkan untuk kebutuhan bulanan, selesai belanja langsung dibayar lunas kartu kreditnya. Setiap kali belanja pasti mendapatkan point tertentu. Nah poin ini yang akan kita gunakan untuk belanja “kesenangan” bisa berupa nonton dibioskop, beli baju, tas atau bahkan gadget. Strategi ini menuntut kedisiplinan dari Anda sebagai pengguna kartu kredit. Jika Anda tidak disiplin jangan coba-coba takutnya malah jadi terjebak hutang kartu kredit

Dana berbelanja habis, apa yang harus dilakukan?

Ketika uang yang ada di shopping account sudah habis, ini artinya harus berhenti belanja. Jangan paksa berbelanja dengan menggunakan kartu kredit kalau dananya tidak ada untuk membayar. Bunga kartu kredit cukup tinggi, berada pada kisaran 40%. Kalau berbelanja menggunakan kartu kredit mendapat diskon 40%, dan kemudian berutang, artinya sama saja, tidak ada diskon sama sekali.

Anda harus tegas terhadap diri sendiri, anggaplah keinginan untuk belanja yang menggebu disaat budgetnya sudah habis sebagai “hukuman” untuk diri sendiri karena sudah menghabiskan budget yang sudah disediakan atau bisa jadi latihan kesabaran menunggu sampai gajian berikutnya. Atau bagi beberapa orang malah menjadi motivasi dengan mencari penghasilan tambahan supaya bisa mendapatkan dana tambahan untuk belanja

Hobi berbelanja bukan masalah selama bisa mengontrolnya. Sebagai patokan, alokasi pengeluaran pribadi dari penghasilan setiap bulannya sebesar 20%. Jika alokasi dana belanja sebesar 10%, 10% lagi untuk keperluan pribadi lainnya (beli pulsa, ke salon dll). Kalau pengeluaran pribadi untuk berbelanja sudah lebih dari 10%, artinya porsi pengeluaran bulanan lainnya akan berkurang. Imbasnya lakukan kontrol yang baik sehingga hobi ini tidak mengganggu keuangan Anda. Selamat Berbelanja ^_^

Tatadana Consulting, Siaran Woman Radio 30 October 2014

Comments are closed.

WhatsApp chat