Liburan Berkesan Tanpa Beban

Liburan Berkesan Tanpa Beban

Kata orang, saat kita mulai merasa penat dan jenuh dengan aktivitas harian kita dan bangun di pagi hari mulai menjadi aktivitas yang menyiksa karena tidak lagi menikmati tugas dan pekerjaan seperti sebelumnya, maka jalan keluar untuk keadaan ini hanya satu. Ambil cuti dan nikmati momen liburan yang menyenangkan!

Seperti halnya memenuhi kebutuhan jasmani untuk makan dan minum, berlibur termasuk kebutuhan rohani yang akan berimplikasi pada pemuasan pikiran dan kesegaran jasmani yang bisa meningkatkan produktivitas. Ini bukan pembenaran untuk mencari getaway moments, lo ya.

Masalahnya, berlibur jelas memerlukan dana di luar biasanya. Apalagi, kalau mau berlibur dengan mengunjungi tempat eksotik yang sering muncul di majalah maskapai penerbangan, dengan foto pemandangan yang menakjubkan sampai kita seolah ikut merasakan birunya laut, indahnya terumbu karang atau sejenak mendengar riuh keramaian pasar yang terpancar dari karya foto yang ditampilkan.

Biaya tak terduga

Bagi kaum yang tidak berkekurangan alias the have, mau alam nan eksotik di mana saja, kapan saja,dan dengan biaya berapapun, tidak menjadi persoalan berarti. Namun, bagi sebagian besar working class people, seperti saya, yang juga ingin menikmati liburan tanpa beban ke tempat – tempat yang menawan, perlu membuat perencanaan dana liburan.

Yang umumnya perlu disiapkan dalam anggaran liburan biasanya transportasi, akomodasi, konsumsi, agenda acara, dan oleh – oleh. Mencadangkan dana tak terduga juga tak kalah pentingnya. Tetapkan batas dana yang akan dianggarkan untuk membiayai pengeluaran liburan. Hal ini sangat penting agar kita tidak kebobolan demi alasan klasik mumpung sedang berlibur. Selanjutnya, kita bisa mengumpulkan dana dari menyisihkan penghasilan bulanan atau membuat alokasi dari bonus tahunan atau kombinasi kedua cara di atas.

Jika kita merencanakan liburan dalam jangka waktu di bawah 3 tahun, disarankan tidak menempatkan investasi dana liburan di instrumen agresif. Gunakan tabungan, deposito ataupun reksadana pasar uang untuk menampung penyisihan dana tersebut.

Pos transportasi biasanya mengambil porsi terbesar dari anggaran. Apalagi, kalau destinasi liburan jauh dari tempat tinggal. Maka, pemesanana tiket jauh – jauh hari sebelumnya bisa menjadi pilihan pintar.  Menggunakan kartu kredit untuk hal ini bisa saja dilakukan. Usahakan sebelum berangkat liburan, persoalan tiket sudah beres sehingga kita tidak lagi terbeban utang cicilan. Jangan sampai, liburan 6 hari masih harus dicicil sampai 6 bulan kemudian.

Tidak hanya tiket, akomodasi penting untuk dipesan manfaatkan situs – situs pemesanan online yang bisa memberikan potongan lebih banyak dibandingkan kita memesan langsung pada saat kedatangan. Perhatikan review ataupun komentar yang diberikan untuk tempat – tempat penginapan bila anda belum pernah menginap di tempat tersebut. Jangan lupa, perhatikan juga jarak antara hotel dan lokasi tempat wisata serta transportasi apa saja yang digunakan. Selanjutnya, membuat agenda acara mengunjungi tempat wisata idaman. Jangan lupa membawa serta kamera ataupun telepon genggam dengan fitur kamera yang bisa diandalkan. Mungkin saja, hasil jepretan amatir bisa menjadi pemuas rasa penasaran teman yang tdiak kebagian buah tangan atau tentu saja menjadi postingan spesial di akun jaring sosial.

Berlibur bersama keluarga atau sahabat bisa menjadi momen perekat keakraban yang tak terlupakan. Menikmati keindahan panorama sambil melepas penat diharapkan dapat memompa semangat agar kembali giat dalam beraktivitas.

Tak hanya itu, jika anda berhasil dalam membuat perencanaan dana liburan tanpa beban, maka langkah selanjutnya, Anda diharapkan bersemangat membuat dana liburan jangka panjang alias dana pensiun. Yup, perbedaan kecil hanya di jangka waktunya saja.

Mari berlibur sambil berdendang “Bebas”.

Diana CFP ®

Tabloid KONTAN 22 – 28 Desember 2014.

Comments are closed.

WhatsApp chat