Tanya :

Bu Teja, saya perempuan berusia 28 tahun dan masih melajang. Setiap bulan saya mendapatkan gaji sekitar Rp. 10 juta yang saya sisihkan Rp. 1 juta untuk ibu saya, Rp. 1 juta untuk tabungan, Rp. 1 juta untuk beragam tagihan, selebihnya saya pakai untuk hidup sehari – hari yang menurut saya, sih, lebih dari cukup karena saya masih tinggal bersama orangtua. Daripada hidup boros, saya terpikir ingin mencicil rumah via KPR. Masalahnya, saya masih bingung bagaimana caranya memilih bank yang tepat. Lalu, apakah keuangan saya akan tetap sehat jika nantinya mengambil cicilan KPR, Bu?

Mohon sarannya. Terima kasih.

——————–

Jawab :

Memiliki rumah, saat masih lajang, adalah satu hal yang baik sekali. Apabila kita mampu, membeli rumah adalah satu langkah yang sangat dianjurkan. Karena harga rumah terus meningkat, sementara buat para lajang, pengeluaran bulanan masih belum terlalu tinggi. Coba kita lihat alokasi pengeluaran bulanan anda dari gaji sebesar Rp. 10 juta.

  1. memberi orang tua : Rp 1 juta
  2. Tabungan : Rp 1 juta
  3. Cicilan utang kantor : Rp 1 juta
  4. Biaya sehari – hari : Rp 7 juta

Kalau kita lihat dari alokasi pengeluaran, memang pengeluaran untuk biaya sehari – hari cukup besar ya, yaitu 70% dari penghasilan. Sebelum terlanjut, sangat tepat sekali kalau dialokasikan untuk mencicil rumah dari sekarang. Maksimal alokasi yang diperhitungkan oleh bank untuk mencicil adalah 1/3 dari gaji, sehingga kalau gaji kita saat ini sebesar Rp 10 juta, maka bank umumnya bisa memberikan KPR dengan maksimal cicilan sebesar Rp 3,3 juta per bulan. Di samping cicilannya, yang perlu kita lihat adalah DP untuk rumah. Persiapkan DP untuk rumah antara 10% – 30% dari harga rumah, disesuaikan dengan luas rumah yang kita inginkan.

Untuk membeli rumah baru, carilah lokasi rumah yang kita inginkan. Bisa juga kita datang ke pameran perumahan. Akan banyak sekali promosi serta fasilitas yang diberikan  saat ada pameran, seperti DP pembelian yang bisa dicicil, atau DP yang lebih kecil serta promo menarik lainnya. Masing – masing pembangun rumah ( developer ) membuat kerja sama dengan bank tertentu, sehingga kita harus mengambil KPR pada bank yang telah bekerja sama dengan developer dari rumah yang kita inginkan.

Pihak developer akan memberikan alternatif bank yang telah bekerja sama, juga akan disampaikan perbedaan dari masing – masing bank.

Yang pasti, pilihlah bank yang memberikan bunga paling rendah dengan biaya administrasi yang ringan. Tanyakan juga periode cicilan KPR yang mungkin kita ambil. Saat ini, ada bank yang bisa memberikan fasilitas KPR jangka panjang hingga 30 tahun. Semakin panjang periode cicilan KPR, tentu saja cicilannya akan semakin ringan buat kita. tapi, tentu saja uang yang kita bayarkan juga semakin besar. Pilihan periode 10 tahun cukup baik untuk mencicil KPR, kalau keuangan kita mencukupi.

Dari alokasi pengeluaran saat ini, maka penambahan cicilan KPR sebesar Rp 3,3 juta ( 1/3 gaji ) tentu saja akan mengurangi pengeluaran biaya sehari – hari. Sehingga biaya sehari – hari saat ini yang sebesar Rp 7 juta akan berkurang menjadi sebesar Rp 3,7 juta. Jika hal ini memungkinkan, tentu saja tidak masalah, karena utang yang kita ambil adalah utang untuk pembelian aset. Kalau ingin lebih baik lagi, maka segerakan melunasi utang dikantor, sehingga komposisi utang menjadi lebih kecil. Jangan ragu mengambil KPR, kuatkan niat dan mulai mencari rumah yang tepat. Semakin cepat kita membeli rumah, akan semakin baik.

Tejasari CFP®

NOVA 1439/XXVIII 21 -27 September 2015

Mau berkonsultasi lebih lanjut mengenai perencanaan membeli rumah pertama anda? Yuk, kirimkan email ke : tanya@tatadana.com atau datang langsung ke : Grha Toedjoeh Empat No.3 , Jalan Wolter Monginsidi No. 15, kebayoran baru, Jak – Sel 12110 / Tlp : 021.7235949 / 081318621626.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat