Salam kenal, Bu Teja.

Saya Erika ( 36 ) memiliki dua orang putra yang duduk di kelas 2 SD dan 4 SD. Setiap hari mereka saya beri uang saku Rp. 10 -20 Ribu untuk ke sekolah, dan tetap dibawakan bekal. Tapi, uang jajan mereka tak bersisa.

Karena saya bekerja, setiap hari saya meninggalkan uang di rumah untuk keperluan mendadak. Itu pun tak jarang dipakai anak – anak untuk jajan. Saya merasa anak – anak terlalu banyak jajan dan tidak mau menyisihkan untuk menabung.

Bagaimana, ya, Bu, mengajarkan kepada mereka untuk mengatur uang sakunya dan menabung? Terima kasih sebelumnya.

Erika – jakarta

——-

Jawab :

Mbak Erika,

Memberikan uang jajan, memang dilakukan oleh banyak orangtua, karena khawatir anak – anak di sekolah masih membutuhkan sesuatu untuk dibeli. Begitu juga menaruh uang di rumah, yang semula untuk berjaga – jaga, bisa saja digunakan anak untuk jajan.

Untuk itu, ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lkukan untuk mengubah kebiasaan tersebut.

  1. Menyampaikan kegunaan uang jajan dan uang brjaga – jaga di rumah.

Pernahkan anda sampaikan kepada anak – anak apa gunanya uang yang anda berikan di sekolah? Bagaimana kalau kali ini Anda bicarakan sekali lagi dengan anak – anak. Bahwa uang jajan yang diberikan saat sekolah, selain digunakan untuk membeli manan dan minuman apabila anak – anak lapar, juga diperlukan untuk membeli  alat tulis atau kebutuhan sekolah lainnya.

Begitu pula kegunaan uang di rumah. Pentingnya unag untuk berjaga – jaga andai ada sesuatu yang dibutuhkan saat tidak ada siapa – siapa di rumah. Diingatkan pula bahwa uang ini bukanlah uang jajan, tapi uang untuk kebutuhan lain.

  1. Buat target keuangan.

Coba tanyakan pada anak – anak apa yang mereka inginkan saat ini? Tas, sepatu, mainan, buku cerita, atau hal lainnya? Bagaimana kalau Anda buat bersama – sama rencana untuk membelinya dari hasil menyisihkan uang jajan.

Buatlah program sederhana, seperti berapa uang yang perlu ditabung setiap minggunya dan sampai berapa lama perlu menabung. Contohnya sebagai berikut :

Harga sepatu Rp. 300.000, uang yang bisa ditabung setiap minggu Rp. 30.000, sehingga ia perlu menabung selama 10 minggu.

  1. Selalu mengingatkan.

Jangan bosan untuk terus mengingatkan anak – anak 2 hal tersebut di atas. Saat uang di rumah digunakan untuk jajan oleh anak – anak, tegaskan bahwa uang itu adalah uang untuk berjaga – jaga bukan uang jajan. Begitu pula dengan target keuangan, tanyakan apakah mereka sudah menabung sesuai rencana, dan berapakah uang yang telah terkumpul? Berilah semangat agar anak – anak terus menabung.

  1. Beri Reward.

Kalau anak – anak berhasil mengumpulkan uang untuk membeli sepatu sebesar Rp. 300.000, maka anada ajak anak – anak untuk membelinya bersama. Jangan lupa tambahkan reward atas keberhasilan mereka, misalnya dengan menambahkan hadiah kecil.

Begitu pula apabila uang berjaga – jaga di rumah selama 3 bulan misalnya, tidak digunakan sama sekali, Anda bisa mberi mereka hadiah untuk keberhasilan mereka semua di rumah dengan tidak menggunakan uang tersebut.

Reward akan memberikan mereka hal – hal yang mnyenagkan, bahwa apa yang telah mereka lakukan sangat Anda hargai.

Kebiasaan baik mengelola keuangan, apabila dilakukan dari kecil akan membawa mereka untuk bisa mengelola keuangan dengan baik saat mereka tumbuh dewasa nantinya. Jangan terus bosan untuk mengingatkan ank – anakta untuk melakukan hal – hal positif dalam mengelola uang.

Tejasari CFP®

NOVA 1419/XXVIII 4 – 10 Mei 2015

Yuk, cek kesehatan keuangan dan hitung dana pendidikan anak, dana pensiun dan tujuan keuangan lainnya dengan finansial kalkulator : www.keuanganitumudah.com.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat