Menata Keuangan Setelah Lebaran

Tanya :

Mbak Teja yang baik, saya ingin menayakan bagaimana caranya menata kembali keuangan keluarga yang ‘berantakan’ setelah Lebaran? Tolong beri tips-tipsnya, ya, Mbak.

——————–

Jawab :

Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah kemenangan bagi umat Islam. Seperti sebuah pesta, kita mempersiapkannya jauh – jauh hari, dengan mengeluarkan begitu banyak uang. Bahkan uang THR yang kita dapatkan, tidak cukup untuk menutupi semua pengeluaran selama Lebaran. Mulai dari biaya pulang kampung, baju baru, kue Lebaran, makanan khas Lebaran, hingga merapikan rumah termasuk ke dalam agenda Lebaran.

Kalau kita tidak bisa menjaganya, maka pengeluaran selama Lebaran bisa mengacaukan keuangan kita. Ketika pesta sudah selesai, maka sudah waktunya kita mulai berbenah kembali. Rapikan kembali keuangan kita yang berantakan karena hiruk pikuk Lebaran kemarin.

Bukan saja THR yang habis tidak tersisa, uang bulanan juga habis tidak berbekas, bahkan akhirnya kita berutang. Yang lebih parah lagi, kita berutang dengan kartu kredit. Apa yang harus kita lakukan?

  1. Merapikan cash flow bulanan.

Untungnya, Lebaran tahun ini hanya 1 (satu) minggu sebelum tanggal gajian, bagi yang menerima gaji tanggal 25. Jadi, kalau uang bulanan kita pun habis, tidak lama lagi, kita akan segera mendapatkan gaji untuk mengisi dompet kita kembali. Nah, sebelum menerima gaji, ayo kita susun lagi rencana pengeluaran bulanan untuk bulan depan.

  1. Cek daftar utang yang harus dibayar.

Kalau hanya habis uangnya, tentu tidak masalah. Yang membuat runyam keuangan adalah kalau adanya penambahan utang dari pengeluaran di bulan puasa dan Lebaran. Umumnya, banyak orang berutang dengan menggunakan kartu kredit, karena kartu inilah yang paling mudah diguankan untuk berutang.

Bahaya dari kartu kredit adalah kalau kita tidak melunasinya saat jatuh tempo, maka bunga yang dikenakan cukup tinggi. Coba lihat tagihan kartu kredit kita yang jatuh tempo sebentar lagi, berapa total dana yang sudah kita gunakan. Dan apakah kita mampu untuk melunasinya saat jatuh tempo.

  1. Membuat anggaran bulanan.

Supaya bulan ini pengeluaran kita terkendali, sekarang kita buat daftar pengeluaran bulan ini berdasarkan gaji yang kita terima. Masukkan semua tagihan kartu kredit sesuai dengan pemakaian. Juga buat daftar pengeluaran seperti setiap bulan yang kita gunakan. Cek saldo akhir dari Penghasilan dikurangi Pengeluaran, apakah positif atau negatif?

Contoh Tabel Anggaran Bulanan:

Penghasilan bulanan

Gaji                                         xxxx

Penghasilan lainnya        xxxx

Total A

Pengeluaran Bulanan

Tabungan / investasi      xxxx

Cicilan Utang                     xxxx

Pengeluaran rutin            xxxx

Pengeluaran pribadi       xxxx

Total B

Saldo                                 A – B

  1. Saldo negatif, apa yang harus kita lakukan?

Langkah pertama yang terbaik, adalah mengurangi semua pengeluaran yang tidak terlalu penting di bulan ini. Lihatlah lagi daftar pengeluaran yang sudah kita buat, dan buanglah pengeluaran seperti shopping account untuk membeli baju, sepatu, pengeluaran untuk salon, makan di luar atau pengeluaran lainnya yang kita anggap masih mampu untuk disesuaikan. Ya, bulan ini kita harus berbenah dan mengencangkan ikat pinggang, karena pengeluaran kita yang berlebihan di bulan sebelumnya.

  1. Tidak ada lagi pengeluaran yang bisa kita kurangi.

Sudah mengurangi banyak daftar pengeluaran, tapi ternyata masih negatif dan tidak cukup. Segera telepon pihak kartu kredit untuk mengubah tagihan menjadi cicilan 3 atau 6 bulan kalau memungkinkan. Tentu saja, tidak semua bank memiliki fasilitas seperti ini, jadi coba cari tahu apakah memungkinkan melakukan ini.

Terkadang mereka mengenakan bunga, tapi bunganya lebih kecil dari yang dikenakan kalau kita hanya membayar secara minimal payment. Dengan cara ini pengeluaran kita bisa agak terbantu, walaupun agak berat untuk beberapa bulan ke depan.

  1. Jika tidak mungkin dilakukan secara cicilan.

Ternyata pihak kartu kredit kita tidak memiliki fasilitas cicilan, berarti mau tidak mau kita harus membayar semaksimal mungkin yang bisa kita bayarkan. Pembayaran yang memungkinkan adalah 10% dari besarnya tagihan. Akan tetapi, sebaiknya kita bayarkan semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan, ini untuk mengurangi beban bunga yang dikenakan. Begitu pula bulan bulan berikutnya, tetap berhemat, lakukan pembayaran semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan.

Apakah kita ingin kondisi seperti ini terus berlanjut setiap tahun? Tentu tidak, kan.

Nah coba diingat ingat ke mana saja uang THR kita habis kemarin. Buat daftar pengeluaran yang sudah kita lakukan. Untuk tahun depan, buat anggaran puasa dan Lebaran, dan pastikan biaya yang kita keluarkan tidak lebih besar dari kemampuan kita sendiri.

Tejasari CFP®

NOVA 1431/XXVIII 27 Juli – 2 Agustus 2015

Yuk, tata kembali dan cek kesehatan keuangan serta hitung dana pendidikan anak, dana pensiun dan tujuan keuangan lainnya dengan kalkulator finansial di: www.keuanganitumudah.com.

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat