Sering dengar tidak, tagline kalau “Menabung (konventional) saja tidak cukup!”. Yang biasa menabung di bank coba lihat lagi berapa bunganya, berapa potongan administrasi dan pajaknya dalam setahun. Berkembangkah uang yang anda simpan di bank?…

Jangan lupa cek juga inflasi setahun ini berapa. Kalau anda hari ini punya uang satu juta rupiah, dan anda belanjakan beberapa barang di supermaket, dan satu tahun kemudian dengan uang yang sama, satu juta rupiah anda bawa ke supermarket apakah jumlah barang yang anda bawa pulang sama dengan satu tahun kemarin?…hmm kebayangkan nilai uangnya menyusut.

Sekarang banyak sekali cara untuk “menabung” yang lebih pintar dan bijaksana. Sering dengar jugakan kalimat ajakan “Yuk berinvestasi”. Sebenarnya apa itu investasi?… Secara harfiah, investasi adalah penyimpan uang dengan tujuan memperoleh return yang diharapkan lebih besar dibanding menabung konvesional (menabung di bank) untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kemampuan modal.

Dengan kata lain, Investasi adalah cara seseorang untuk mengelola uangnya baik itu dengan dibelikan property, ditabung atau ditanam ke dalam suatu usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan setelah masa / periode tertentu.

Nah Reksadana adalah salah satu instrumen investasi. Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi. Kenapa memilih reksadana, selain diatur oleh badan negara BAPEPAM, reksadana memiliki beberapa keuntungan :

  • Pengelolaan Profesional dibidangnya

Manager Investasi sebagai pengelola investasi, Bank Kustodian sebagai penitipan kolektif.

  • Diversifikasi

Penempatan di berbagai instrument investasi

  • Kemudahan pencairan

Mudah untuk dicairkan sesuai dengan ketentuan

  • Keleluasaan Investasi
  • Keringanan biaya dan pajak

 

Beberapa jenis reksadana :

  • Reksadana pasar uang
  • Reksadana pendapatan tetap
  • Reksadana Saham
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Terproteksi
  • Reksadana dana index
  • Reksadana Jenis ETF

 

Bagaimana cara memulai berinvestasi di reksadana? Sebelum anda pergi ke perusahaan penyedia reksadana, sebaiknya terlebih dahulu tentukan dahulu tujuan anda. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyewa jasa Independent Financial Planner untuk membantu menghitung angka dari tujuan anda, berapa lama anda akan mencapai tujuan anda dan sedikit gambaran jenis reksadana apa yang sesuai dengan tujuan anda dan sesuai dengan profil resiko anda. Setelah itu barulah anda memulai berinvestasi di reksadana.

Jangan lupa pahami semua resiko yang ada, pelajari prospektus dari perusahaan reksadana yang ada pilih. Ingatlah prinsip investasi, bahwa makin besar resiko yang investasi makin besar keuntungan yang didapatkan dan sebaliknya. Jadi untuk meminimalkan resiko investasi sesuaikan pilihan reksadana anda dengan tujuan dan profil resiko anda. Sedikit quote dari penulis  “ A budget is telling your money where to Go, instead of wondering where it Went”.

Ira Puspitasari
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting

Masih kurang jelas dengan artikel diatas, Ingin berkonsultasi langsung? Hubungi Tatadana Consulting, Grha Toejoeh Empat lantai 3 Jalan Wolter Monginsidi No.15 Jakarta Selatan 12110, (021-7235949), www.tatadana.com

Comments are closed.

WhatsApp chat