Menjadi Pribadi yang Lebih Bertanggung Jawab dengan Mengelola Keuangan Pribadi

 

Pernah membaca atau mendengar quote dari Aristotle, We are what we (repeatedly) do. Yang maksudnya adalah apa yang (biasa) kita lakukan, yang akan mendefinisikan pribadi seperti apakah kita nanti. Dalam hal apapun termasuk dalam hal keuangan pribadi kita. Dan kebiasaan kita dalam mengelola keuangan pribadi hari ini, yang akan menjadikan pribadi seperti apa kita di masa depan nanti.

Siapa orang yang paling bertanggung jawab atas diri kita? Orang tua? Benar jika, kita berada diusia sekolah. Tetapi jika kita usia dewasa, bekerja dan punya penghasilan sendiri? Pasti jawabannya adalah diri kita sendiri. Yuk mari kita lebih bertanggung jawab dengan kehidupan kita, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi kita.

Langkah-langkah menjadi pribadi yang bertanggung jawab

Sebagai pribadi yang bertanggung jawab, setelah kita terima hasil keringat tiap bulan siapapun kita, apakah kita seorang karyawan atau kita seorang pebisnis, kemana penghasilan kita perginya? Apakah langsung dibelanjakan sampai habis tanpa sisa atau kita belanjakan dengan bijaksana. Langkah yang paling awal yang dapat kita lakukan adalah

  • Cobalah menyisihkan diawal 10% dari pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan.
  • Catatlah kemana perginya uang kita selama ini. Buat yang paling sederhana yang bisa dilakukan. Catat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Tujuannya untuk melihat apakah  pengeluaran kita berlebih atau tidak. Pakai rumus sederhana seperti pembayaran hutang max 30% dari pendapatan, 10%-30% untuk menabung dan berinvestasi, 20%-40% untuk pengeluaran rutin, 20% untuk pengeluaran pribadi, dan jangan lupa 2,5% untuk zakat atau pengeluran sosial.
  • Buat tujuan keuangan pribadi. Jika status masih lajang bebas menentukan tujuan keuangan yang diinginkan, tetapi tetap diprioritaskan dulu untuk tujuan-tujuan yang paling penting yaitu dana darurat, dana pensiun, proteksi dan asuransi. Jika status sudah menikah selain tujuan-tujuan tadi perlu ditambahkan tujuan dana pendidikan anak, dana pernikahan anak ataupun dana liburan keluarga.

Yuk bahas lebih dalam lagi apa itu :

  • Dana Durarat adalah dana yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak, darurat atau tidak direncanakan. Untuk yang single adalah 4x pengeluran bulanan, untuk yang sudah menikah 12x pengeluaran bulanan
  • Dana Pensiun adalah dana yang bertujuan untuk memenuhi biaya hidup saat pensiun / tidak produktif lagi nanti, sehingga kondisi keuangan kita relatif sama dengan saat pensiun nanti. Jangan lupa dana ini sangatlah besar. Oleh karena itu semakin awal kita persiapkan akan semakin ringan perhitungan bulanannya. Dari sejak berstatus single sudah bisa memulai mempersiapkannya.
  • Dana Proteksi atau Asuransi. Biaya kesehatan sangat mahal, apalagi jika kita punya tanggung jawab financial kepada orangtua, adik-adik, sanak saudara, dan keluarga, maka kita wajib punya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa atas diri kita. Untuk memastikan orang-orang yang kita sayangi tetap punya masa depan jika terjadi resiko pada kita.
  • Nah jika tujuan-tujuan diatas sudah terpenuhi kita bisa selalu memiliki tujuan-tujuan baru seperti dana liburan, dana shopping, ataupun dana melanjukan sekolah yang lebih tinggi (Pasca Sarjana).

Nah kalau semua informasi diatas sudah jelas, mulailah dari sekarang mulailah sedini mungkin, lakukan terus menerus jangan cuman untuk satu dua bulan ini, ataupun setahun dua tahun ini, tetapi terus lakukan sampai tahun-tahun mendatang, sehingga menjadi kebiasaan, kebiasaan untuk selalu mengelola keuangan pribadi menuju masa depan yang anda inginkan. We are what we (repeatedly) do. Exxellence, then not an act, but a habit – Aristotle

ooOOOoo

Ira Puspitasari
Financial Planner
Tatadana Consulting

Masih kurang jelas dengan artikel diatas, Ingin berkonsultasi langsung? Hubungi Tatadana Consulting, Grha Toedjoeh Empat lantai 3 Jalan Wolter Monginsidi No.15 Jakarta Selatan 12110, (021-7235949), www.tatadana.com

 

 

Comments are closed.

WhatsApp chat