Diskusi kali ini membahas Pengelolaan Keuangan di bulan puasa serta Pengelolaan Keuangan THR dalam keluarga.

Dear Mbak Teja,

Saya selalu bingung mengatur uang THR di bulan Puasa. Uang THR selalu didapat jauh hari sebelum lebaran. Akibatnya sudah habis untuk memenuhi kebutuhan puasa. Sehingga di saat Lebaran, saya dan suami hanya bisa melewatinya dengan pas-pasan. Suami bekerja di sebuah perusahaan swasta, sementara saya adalah ibu rumah tangga biasa. Bagaimana cara kelola THR yang diterima agar saat Lebaran tidak gigit jari ? saya suka iri dengar cerita orang, uang THR masih bisa ditabung. Pos-pos apa saja yang lebih penting dikeluarkan ? saya merasa, sih, sudah menghitung dengan teliti, tapi tetap saja pengeluaran terbesar dari makanan. Benarkan apa yang saya alami ini ? apakah juga dirasakan keluarga lain ? Bantu saya, ya, mbak.

Leni – Cirebon

Jawab :

Mbak Leni,

Mengatur pengeluaran di bulan Puasa memang agak berbeda dengan pengeluaran di bulan-bulan lainnya. Pengeluaran menjadi lebih besar karena harga bahan makanan juga mulai meningkat. Beberapa orang juga menyiapkan makanan secara lebih mewah dibandingkan sajian sehari hari. Nah, mungkin ibu termasuk salah satunya.

Untuk tahun ini, coba susun strategi yang lebih cermat agar kondisi keuangan jauh lebih baik. Caranya :

  1. Hitung Penghasilan

Jumlahkan penghasilan keluarga, selain dari gaji bulaan, tentunya juga uang THR. Kalau THR yang didapatkan sebesar 1 x gaji, maka bisa dibilang penghasilan keluarga kita bulan ini adalah sebesar 2 x penghasilan bulanan.

  1. Membuat Anggaran Pengeluaran

Pengeluaran bulanan Puasa terdiri dari :

  • Pengeluaran rutin, meliputi tabungan, cicilan utang, pengeluaran rutin keluarga dan pengeluaran pribadi

Khusus untuk pengeluaran makanan kali ini, kita bisa menambahkan budget. Misalnya 50% dari alokasi makanan keluarga per bulan. sebagai contoh, misalnya untuk pengeluaran makan keluarga umumnya kita mengeluarkan Rp. 2 juta, nah untuk bulan puasa kita bisa menganggarkan hingga Rp. 3 juta.

Dari mana kekurangan Rp. 1 juta kita dapatkan ? tentunya kita bisa mengambil dari uang THR. Dengan cara ini kita bisa melihat bahwa peningkatan pengeluaran rutin keluarga hanya karena peningkatan biaya makanan saja, tidak pada pengeluaran lainnya.

  • Pengeluaran untuk Hari Raya. Yang pasti, alokasi pertama harus kita lakukan adalah menganggarkan zakat dan THR bagi orang orang sekeliling kita seperti THR bagi orang tua, keluarga, pembantu, hansip dan sopir misalnya.

Alokasi berikutnya, tentunya adalah peningkatan biaya makan keluarga sebesar Rp. 1 juta seperti contoh diatas. Selanjutnya, kalau kita ingin menyisihkan untuk tabungan atau budget untuk qurba, langsung disisihkan sekarang juga. Jangan menunggu kalau ada sisanya nanti.

Nah, terakhir anggarkan untuk pengeluaran Hari Raya seperti makanan lebaran, kue, baju lebaran keluarga, bingkisan lebaran dan pengeluaran lainnya.

Baik juga kalau total anggaran pengeluaran di bulan Puasa dan Hari Raya, lebih kecil dari penghasilan karena pada pelaksanaannya nanti, sering terdapat pengeluaran tidak terduga.

Bila ternyata penghasilannya kurang dibanding anggaran belanja yang disusun di atas, coret dan kurangi dafar pengeluaran sampai sesuai dengan penghasilan keluarga.

Agar pengeluaran bisa sesuai dengan anggaran yang kita buat, maka kita harus bisa mensiasati dan mencari alternatif dalam berhemat. Yang perlu diingat adalah, makanan enak tidaklah harus mahal. Buatlah makanan sesuai dengan kebutuhan. Jangan berlebihan agar tidak terbuang dan jadi mubazir.

Begitu pula untuk pengeluaran Hari Raya. Beli makanan secukupnya, dan belanjalah untuk keperluan Hari Raya keluarga sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Semoga di bulan Puasa ini Ibu bisa lebih tertib dan mengelola uang dengan lebih ketat, sehingga saat Lebaran nanti tidak kehabisan uang.

Tejasari CFP®

Konsultan Finansial

*) sumber : Tabloid Nova edisi 1525 – 21 Mei 2017

Jika masih ada yang ingin ditanyakan, silakan hubungi kami untuk  konsultasi lebih lanjut, atau daftarkan diri anda untuk mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan keuangan keluarga yang diselenggarakan oleh Tatadana Consulting. Hubungi kami di 021 – 7235949 /  0813 1862 1626 atau email ke tanya@tatadana.com kami siap membantu anda.

Tatadana consulting

www.tatadana.com

No Comments Yet.

Leave a comment

WhatsApp chat