Review Dana Darurat, Pentingkah ?

Tak Terasa sudah dipenghujung tahun 2012, semua orang tentunya sibuk dengan resolusi hidup  yang sudah dibuatnya di awal tahun 2012 apakah tercapai atau tidak. Tak terkecuali dengan Tujuan Keuangan kita, ini tak kalah pentingnya Setelah semua Tujuan keuangan (Dana Darurat, Proteksi, Dana Pendidikan anak, Dana Pensiun, Dana Kesehatan Pensiun, dan berbagai macam tujuan keuangan lainnya)sudah berhasil kita tetapkan dan pada tahap  implementasi juga kita sudah disiplin dengan menyisihkan dari dana bulanan maupun dana tahunan.  Tentunya kita harus meriew semua tujuan-tujuan keuangan yang sudah kita buat, apakah sudah tercapai atau belum.  Tidak hanya sekedar  mereview seberapa besar  return yang didapat. Berikut beberapa hal yang harus direview:

Dana Darurat

Karena fungsinya untuk hal-hal yang bersifat urgent dan sebagai buffering dalam keuangan keluarga maka dana ini mutlak ada.  Mengapa di review?

  • Untuk mengetahui apakah dana ini telah tercapai sesuai dengan kondisi keluarga saat ini (single, keluarga belum memiliki anak, keluarga kecil dengan anak 1-2 orang, atau keluarga dengan anak lebih dari 2 orang), karena masing-masing keluarga akan membutuhkan dana darurat yang berbeda-beda

Kondisi Keluarga

Besaran Yang dibutuhkan

Single

Minimal 3 x pengeluaran bulanan

Menikah belum memiliki anak

Minimal 6 x pengeluaran bulanan

Menikah dengan 1-2 anak

Minimal 9 x pengeluaran bulanan

Menikah dengan anak > 2 orang

Minimal 12 x Pengeluaran bulanan

  • Jika nilai awal sudah tercapai sesuai dengan tabel diatas jangan senang dulu, mari lihat kembali Apakah ada yang berubah dari Anda dan keluarga Anda, seperti jika pengeluaran naik, maka dana darurat yang dibutuhkan akan ikut naik juga dan sebaliknya. Status kehidupan berubah seperti yang tadinya single sekarang sudah menikah, yang tadinya hanya mempunyai anak 1-2 orang, sekarang bertambah dengan hadirnya anggota keluarga yang baru
  • Pengeluaran Anda yang turun. Masa iya pengeluaran seseorang jadi malah turun?mungkin-mungkin saja  contohnya jika ada beberapa hutang yang cicilan bulanannya sudah lunas, maka otomatis pengeluaran bulanan akan turun yang membuat kebutuhan dana darurat juga akan ikut turun.
  • Perpindahah jenis pekerjaan/pindah kuadran . Contohnya seseorang yang dulunya karyawan yang menerima gaji fix bulanan sekarang berubah jadi freelancer (ulasan mengenai freelancer sudah dibahas diedisi sebelumnya), sehingga dana daruratnya menjadi tambah besar.

Penulis :

April
Financial Planner
Tatadana Consulting
www.tatadana.com

Comments are closed.

WhatsApp chat