Beberapa hari ini hujan yang tidak henti mengguyur Jakarta menyebabkan sebagian kota terendam air. Bukan genangan lagi. Tapi sudah berbentuk rendaman, yang merenggut kenyamanan hidup banyak orang. Curah hujan yang mulai dari rintik kecil hingga curahan besar yang berlangsung sepanjang hari, membuat suasana hati dan jiwa menjadi kelam dan mendung pula.

Untuk sebagian warga yang masih menghela nafas lega bisa menikmati air, listrik dan rumah yang kering, maka inilah saatnya melongok kantong untuk berbagi dengan saudara satu kota yang saat ini hidupnya sedang mengalami cobaan. Alangkah bahagianya, jika saat melongok kantong, kita memang memiliki dana lebih untuk berbagi. Kalaupun tidak ada dana lebih, ini bukan berarti kita tidak bisa berbagi, namun tentunya ada keterbatasan-keterbatasan yang harus dipahami agar hidup kita sendiri tidak menjadi korban.

Bagi sebagian orang yang telah memiliki kebiasaan setiap bulan menyisihkan sebagian penghasilan untuk menjadi dana sedekah, zakat, atau sejenisnya, maka kebutuhan untuk berbagi tidak lagi mengganggu alur dana bulanannya.

Namun, bagi yang belum terbiasa, maka dana bantuan sosial adalah salah satu dana yang mungkin perlu dipertimbangkan alokasinya dalam budget bulanan kita.  Besar dana yang disisihkan untuk kebutuhan dana bantuan sosial ini disarankan berkisar antara 2-5% dari penghasilan kita. Secara rutin kita sisihkan dana sosial ini diawal bulan, sama halnya dengan kebiasaan menyisihkan dana darurat dan dana investasi lainnya. Sebaiknya, tabungan untuk dana inipun dibuatkan tabungan terpisah, sehingga pemakaiannya benar-benar terkontrol hanya untuk keperluan bantuan sosial pula.

Saat ini musibah banjir sedang melanda Jakarta. Namun ini bukan hal satu-satunya. Musibah demi musibah yang menimpa bangsa kita tidak henti kita baca di koran setiap hari. Membentuk khusus dana bantuan sosial dalam rencana keuangan rutin bulanan kita, adalah cara agar kehidupan kita dan kemampuan kita untuk membantu sesama dapat berjalan dengan seimbang.

Felicia Imansyah
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting

Comments are closed.

WhatsApp chat