Bagi pasangan suami istri hadirnya seorang anak berarti hidup pun mengalami perubahan besar. Ada yang bilang: baby changes everything. Untuk yang sudah dan sedang mengalami pasti paham sudah merasakan perubahan-perubahan yang dialami begitu hadirnya seorang anak dalam kehidupan.

Perubahan yang paling besar adalah kini orang tua punya tanggung jawab untuk mendidik, membesarkan, memastikan anak memiliki masa depan yang baik. Dalam proses inilah orang tua memerlukan proteksi untuk melindungi masa depan anak. Proteksi yang menjadi mutlak perlu adalah memiliki asuransi jiwa, dimana yang menjadi tertanggungnya adalah orangtua yang menjadi pencari nafkah utama di keluarga tersebut.

Manfaat utama dari asuransi jiwa ini adalah saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada pencari nafkah utama, uang pertanggungan asuransi yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup si anak hingga dewasa kelak. Karena itulah jumlah uang pertanggungan yang perlu dimiliki harus dikalkulasi dengan baik.

Perlu tidaknya kedua suami istri memiliki asuransi jiwa atas nama masing-masing, perlu dilihat dulu kontribusi masing-masing terhadap keuangan keluarga. Jika memang kontribusinya seimbang, dimana berarti keduanya adalah pencari nafkah utama, maka kedua suami istri membutuhkan asuransi jiwa dimana masing-masing mereka menjadi tertanggungnya- dengan proporsi uang pertanggungan sesuai dengan kontribusi masing-masing terhadap pendapatan keluarga.. Jika sebenarnya yang menjadi pencari nafkah utama adalah sang suami saja, dimana kontribusi istri kecil sekali, maka cukup suami sebagai pencari nafkah utama yang mempunyai asuransi jiwa.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih asuransi jiwa? Yang paling utama:  pilih asuransi jiwa yang sifatnya berjangka alias termlife. Karena asuransi inilah yang memberikan proteksi besar dengan nilai premi yang relatif rendah. Lagi-lagi, karena tujuannya adalah memastikan kebutuhan anak terpenuh saat pencari nafkah utama tidak ada lagi, maka nilai pertanggungan yang besarlah yang kita kejar.

Jangka waktu proteksi yang kita perlukan adalah sampai si kecil berusia 25 tahun, alias saat dia sudah mandiri. Jadi, kita tidak perlu membeli asuransi yang katanya akan mencover kita seumur hidup.  Jadi kita membeli proteksi sesuai jangka waktu yang kita butuhkan saja. Itulah yang menyebabkan premi bisa rendah, dibandingkan membeli produk asuransi jiwa yang memberikan tawaran memberikan perlindungan sumur hidup.

Nah, jadi ini yang penting diingat, saat si kecil hadir, saat itulah asuransi jiwa perlu hadir dalam kehidupan kita.

Penulis : Lici Imansyah

Comments are closed.

WhatsApp chat