Dear Ibu teja,

Setiap hari, saya dan suami banting tulang untuk menghidupi keluarga kecil kami. Usia saya dan suami sama, Bu, yaitu 28 tahun. Kami bekerja sebagai karyawan dan mendapat penghasilan total Rp. 10 juta dalam satu bulan (bila digabungkan keduanya).  Ada juga, sih, bonus sekali. Tapi tidak pasti setiap bulan ada, hanya sekitar 2 kali per tahun. Kami juga memiliki seorang anak berusia satu tahun. Kadang, saya dan suami mengidamkan memiliki waktu untuk berlibur bersama Si kecil. Mau bagaimana pun, ingin sekali refreshing, sekalian mengajak Si kecil mengenal lokasi lain. Tapi, setelah ditilik – tilik, waktunya sebenarnya ada, kok, Bu. Hanya saja, kami belum memiliki anggaran dana lebih untuk berlibur. Karena jika ditotal dan dirinci, ternyata dana yang dibutuhkan untuk kami bertiga besar juga, ya. Uang, transportasi, biaya menginap, makan sampai menyewa kendaraan di lokasi tujuan, misalnya. Sementara saya melihat teman – teman seumur saya bisa sering sekali berlibur dengan keluarga kecilnya bahkan hingga ke luar negeri!

Bu, apakah cara mengelola keuangan kami yang salah? Bagaimana, ya, seharusnya? Padahal kami juga tidak sering makan diluar rumah, loh. Mohon bantuannya, ya Bu.

Wilma – Cimahi

Liburan adalah kebutuhan yang bisa dibilang sekunder tapi juga selalu masuk dalam daftar pengeluaran setiap keluarga. Sehingga, pergi berlibur seperti kebutuhan “wajib” bagi semua orang. Akhirnya, kita selalu ingin mengalokasikan uang untuk pergi berlibur bersama keluarga. Besar atau kecil, pasti diusahakan karena berlibur adalah kesenangan semua orang.
Mengalokasikan dana untuk liburan sebenarnya sangat fleksibel dan bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan setiap keluarga. Kalau selama ini rasanya sulit untuk membuat dana liburan, mungkin karena kita menganggap liburan itu haruslah perjalanan yang jauh, mengeluarkan banyak biaya, dan membutuhkan waktu lama. Padahal, liburan itu bisa kita mulai dari sebuah jalan – jalan sederhana tanpa membutuhkan dana besar.

Darimana Dananya?

1. Sisihkan Dari Penghasilan Bulanan

Alokasikan pengeluaran terbagi menjadi 4, yaitu alokasi untuk tabungan, pembayaran cicilan utang, pengeluaran rutin keluarga, dan pengeluaran pribadi. Apabila kita ingin mengalokasikan uang liburan dari pengeluaran bulanan, biasanya dimasukkan dalam pengeluaran rutin keluarga. Coba hitung, apakah kita bisa menyisihkan dari penghasilan bulanan?
Alokasi dari penghasilan bulanan untuk liburan, bisa digunakan langsung untuk jalan – jalan setiap bulan. Atau, bisa juga dalam bentuk tabungan bulanan untuk pergi saat liburan sekolah anak – anak nanti.

2. Menyisihkan Dari Penghasilan Tahunan

Terkadang, penghasilan bulanan tidak cukup lagi disisihkan untuk liburan. Jangan khawatir. Jika ini yang terjadi pada Anda, kita alokasikan dana liburan ini dari penghasilan tahunan saja. Apa saja penghasilan yang bisa digunakan? THR serta bonus tahunan yang rutin kita terima bisa digunakan untuk liburan, loh. Pastinya tidak semua penghasilan tahunan digunakan untuk berlibur. Jangan lupa masih ada pengeluaran tahunan yang rutin. Alokasikan dulu penghasilan tahun ini untuk keperluan THR, zakat, qurban, pajak kendaraan, PBB, biaya tahunan sekolah anak, asuransi, dan kewajiban tahunan lainnya. Barulah setelah itu, bisa kita gunakan untuk berlibur.

Uang Tak Terduga

Di luar THR dan bonus rutin, kalau kita masih mendapatkan bonus lainnya yang tidak rutin alias tak terduga, tentunya jadi keuntungan tersendiri. Karena sifatnya yang tidak rutin itu, tentunya kita tidak bisa alokasikan bonus ini untuk pengeluaran rutin tahunan. Nah, inilah alokasi sebenarnya untuk liburan. Kalau ada bonus lain yang tidak ada di rencana sebelumnya, mari kita gunakan untuk liburan. Kalau bonusnya kecil, liburannya tentu menyesuaikan , ya, bu Wilma. Kalau bonusnya besar, kita bisa liburan ke tempat yang lebih jauh sesuai keinginan kita.

Berlibur Ke Mana?

Berlibur bisa dimana saja, kok. Tidak harus ke tempat yang jauh dan mahal. Liburan keluarga bisa tetap menyenangkan dengan biaya yang minimal. Anda senang berselancar di internet dan media sosial manfaatkan fasilitas media sosial yang ada saat ini. begitu banyak informasi liburan yang murah meriah disana. Mulai dari jalan – jalan dalam kota, hingga wisata menyenangkan lainnya. Apalagi mengingat Si kecil masih berusia 1 tahun, anda dan keluarga pun belum bisa bepergian terlalu jauh. Ikutlah bergabung dengan komunitas keluarga muda yang memiliki anak dengan usia sama dengan anak anda. Biasanya mereka rutin mengadakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan dengan biaya sangat murah. Contohnya, ke kebun binatang atau piknik di taman kota.

Jangan khawatirkan lokasi berlibur nya atau berapa biayanya. Sesuaikan saja dengan kondisi keuangan kita. Lihatlah seberapa besar kemampuan keuangan keluarga kita sebenarnya.

Sekali lagi, setiap orang tentunya memiliki kondisi keuangan yang berbeda- beda. Tidak perlu melihat pada keluarga lain, tapi lihatlah kondisi keuangan kita sendiri saat ini. Ingin jalan – jalan sedikit mahal? Ayo sisihkan dari penghasilan bulanan kita atau alokasikan dari penghasilan bonus tahunan. Kalau tidak ada uangnya, kita bisa berekreasi membuat rencana liburan keluarga yang menyenangkan dengan biaya hemat.

Selamat berlibur!

Tejasari CFP®

Nova 1393/XXVII 3-9 November 2014

Comments are closed.

WhatsApp chat