Bukan Sembarang “Gesek”

Salam kenal mbak Teja,

Saya senang sekali membaca rubrik keuangan yang diisi mbak Teja.

Selain pembahasannya ringan dan mudah dipahami, pembuatan matriks juga sangat membantu karena saya sering menggunakan matriks itu sesuai besaran keuangan saya.

Mbak, saya perempuan lajang berusia 29 tahun dengan penghasilan kurang lebih Rp. 9 juta per bulan. Hingga beberapa bulan lalu, saya tetap berkeyakinan bahwa saya tidak perlu memiliki kartu kredit. Namun setelah dipikir –pikir banayak sekali kelebihan dari memiliki kartu kredit ini, ya, Mbak. Pembayaran menggunakan kartu, kan, akan semakin populer. Apalagi kita harus keluar negeri, misalnya. Tentu lebih praktis.

Nah, saya mau minta tips memilih dan menggunakan kartu kredit agar tidak menjadi bumerang untuk saya. Jujur saja, saya sebenarnya masih trauma akan cerita – cerita teman atau saudara yang terlilit utang kartu kredit karena penggunaan yang tidak disiplin. Terima kasih, Mbak Teja.

Raya – Jakarta

Senang sekali mendengar Raya selalu membaca diskusi keuangan kami. Semoga bermanfaat, ya.

Berbicara tentang kartu kredit, memang benar sekali benda ini sudah membawa banyak orang dalam kondisi keuangan yang parah. Akan tetapi, kalau kita menggunakan kartu kredit dengan tepat, justru akan sangat bermanfaat untuk mengelola keuangan sehari – hari.

Apa yang membuat banyak orang terjebak masalah saat menggunakan kartu kredit? Utang kartu kredit itulah penyebabnya.

Saat kita menggunakan kartu kredit , artinya kita berutang. Pembayaran atas utang kita tersebut dapat dilakukan pada tanggal tertentu, misalnya di awal bulan. Apabila kita melakukan seluruh pembayaran pada saat jatuh tempo, maka kita tidak akan dikenakan biaya apa pun. Sebaliknya, kalau kita tidak membayar sesuai tagihan, maka kita dianggap sudah berutang dan mulai saat itu lah kita dikenakan buanga atas utang tersebut.

Bunga yang dikenakan atas utang katu kredit adalah sebesar 3 persen per bulan alias 36 persen per tahunnya. Coba bandingkan dengan b unga tabungan yang hanya sekitar 4 persen per tahun. Sangat jauh sekali, bukan?

Maksimal 2 kartu

Memang, banyak orang tidak merasa kawatir dengan bunga yang tinggi. Mudahnya membeli barang dengan kartu kredit membuat kita kadang menggunakan nya melebihi batas kemampuan kita, lalu berpikir bahwa tidak ada masalah jika dikenakan denda. Terpenting, bisa dibayarnya nanti. Hal ini terus berjalan dari bulan ke bulan. Alhasil, utang semakin bertambah, bunga utang pun semakin berlipat. Lebih parah lagi, jika dari satu kartu pemakaiannyasudah maksimal lalu digunakan kartu kredit lainnya. Sehingga utang terus bertambah.

Melihat semakin meningkatnya orang yang memiliki utang kartu kredit, maka pemerintah mulai akan membatasi penggunaan kartu kredit. Untuk orang yang berpenghasilan di bawah Rp.10 juta per bulannya, hanya boleh memiliki maksimal 2 kartu kredit.

Bayar saat Jatuh Tempo

Nah, agar kita mendapat manfaat penggunaan kartu kredit tanpa terjerat utang, lakukan hal – hal penting ini saat kita menggunakannya.

  1. Bayar seluruh tagihan saat jatuh tempo.

Dengan membayar seluruh tagihan saat jatuh tempo, maka kita terhindar dari pengenaan bunga tinggi. Ingat, ya, membayar seluruh tagihan. Kalau kita hanya membayar sebagian, maka kita tetap akan dikenakan bunga atas seluruh tagihan kita. Begitu pula kalau kita telat membayar. Bukan hanya dikenakan bunga, kita juga akan dikenakan denda atas keterlambatan pembayaran.

  1. Batasi jumlah kartu kredit yang kita miliki.

Dengan membatasi jumlah kartu yang kita miliki, maka kita telah memmbatasi diri dari penggunaan berlebihan. Pilihlah kartu yang manfaatnya paling banyak kita gunakan. Misalnya kita sering berbelanja di satu supermarket saja, maka penggunaan kartu yang memberikan diskon tambahan atau cash back besar tentunya akan lebih bermanfaat untuk kita.

  1. Waktu pembayaran sesuai dengan tanggal gajian

Kalau bisa, ubah tanggal pembayaran atau pilih katu yang jatuh temponya tepat setelah kita gajian. Dengan cara ini, kita bisa langsung membayar tagihan tanpa kawatair uang kita tidak cukup. Langsung tranfer pembayaran atau minta bank untuk auto debit dari rekening gaji.

  1. Cek selalu daftar tagihan untuk diklarifikasi.

Saat tagihan kartu kredit datang, segeralah cek tagihan apa saja yang masuk. Apabila ada tagihan tapi kita tidak merasa menggunakannya, langsung sampaikan kepada pihak bank untuk dklarifikasi. Mengingat banyaknya kejahatan kartu kredit, maka kita harus selalu berhati – hati.

Apabila langkah- langkah tersebut bisa kita lakukan, mudah – mudahan manfaat dari penggunaan kartu kredit dapat kita rasakan, ya. sehingga kita tidak terjebak dalam jeratan utang berbunga tinggi.

Tejasari CFP®

Nova 1395/XXVII 17 -23 November 2014

Comments are closed.

WhatsApp chat