Pernah dengar arti kata STOCK SPLIT ? artinya, nilai sahamnya dipecah. bisa 1 menjadi 2, menjadi 4 atau lainnya. Kalau semula harganya Rp. 2000 per saham, setelah stock split 1:2 maka harganya menjadi 1000. kalau semula kita punya 1000 maka akan menjadi 2000. Apakah ada pengaruhnya ke harga saham ? ada yang bilang menjadi menguntungkan, ada yang bilang tidak ada pengaruhnya. Yang pasti, stock split membuat likuiditasnya menjadi lebih tinggi. Kadang menjadi sinyal prospek perusahaan bagus, sehingga harga terus menanjak.stock-split-sahamSemakin banyak saja emiten yang berniat memecah nominal sahamnya (Stock split) tahun ini. Contohnya adalah PT. Arwana Citramuli Tbk (ARNA) dengan rencana rasio 1 : 4.  PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan rencana rasio 1:5.  PT. Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan rencana rasio 1:5.

Pergerakan harga saham pasca stock split, akan lebih bergantung kepada kinerja si emiten.
Tertarik untuk membeli saham yang di stock split ? baca dulu komentar analis Lukas Setia Atmaja.

Sekadar Menambah Likuiditas

Lukas Setia Atmaja – Kontan 14 Maret 2013

Pemecahan nilai saham atau stock split sejatinya memiliki dua tujuan utama. Yakni mengembalikan harga ke “trading range” dan meningkatkan likuiditas saham di pasar.

Contohnya, saat stock split PT. Astra International Tbk (ASII). Harga ASII saat itu sudah diluar trading range yaitu di Rp. 70.000. Akibatnya tidak banyak investor yang bisa membeli 1 lot ASII. Nah, dengan stock split, harga saham bisa terjangkau bagi investor ritel. Dengan begitu, secara otomatis, likuiditas setelah stock split meningkat.

Selain nilai saham, tidak ada yang berubah pasca stock split. Tapi, riset menunjukkan, investor sering mempersepsikan stock split sebagai sinyal bahwa prospek perusahaan bagus, sehingga harga saham terus menanjak. Dus, setelah stock split, biasanya investor lebih tertarik mengoleksi saham.

Tapi, stock split pun memiliki efek samping jika over likuiditas. Sebab, harga saham lebih fluktuatif. Atau kalau kiinerja tak sesuai harapan, investor bisa kecewa dan harga saham turun.

Secara teoritis, stock split tidak bisa menaikkan harga saham. Tapi, adanya kenaikan minat dari investor bisa memberi harapan kenaikan harga. Apalagi, fundamental perusahaan bagus dan prospektif.

Pendapat saya, emiten-emiten yang harga saham nya sudah diatas trading range harus melakukan stock split. Jangan lupa, emiten itu juga harus punya prospek yang bagus. Artinya, memiliki potensi kenaikan harga cukup  besar.

Karena itu, investor harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan. Karena stock split cuma membuat saham lebih likuid. Dan bukan jaminan, stock split lebih aktif diperdagangkan. Jika, kepemilikan publik kecil, stock split tidak mengubah likuiditas.

Comments are closed.