Sekarang sudah memasuki Bulan Ramadhan, dan ujungnya adalah Hari Raya Iedul Fitri alias Lebaran. Inilah saat biasanya kita akan mendapat apa yang namanya  Tunjangan Hari Raya (THR). Lalu diapakan THR – yang biasanya berupa sejumlah uang – ini? Boleh nggak kita menghabiskan THR yang kita dapat? Boleh boleh saja, nggak ada yang melarang, tapi…… jangan lupa sebenarnya ada langkah yang lebih bijak untuk memanfaatkan uang THR ini dibandingkan kalau kita menghabiskan THR hanya untuk keperluan ‘perayaan’ Hari Raya Lebaran saja.

 

Penghasilan tahunan untuk pengeluaran tahunan

THR temasuk salah satu bentuk penghasilan tahunan. Alangkah baiknya sebelum memakai uang THR untuk keperluan hari raya saja, kita juga ‘menggandengkannya’ dengan pengeluaran tahunan kita. Untuk mengetahuinya, mari kita coba buat cash flow tahunan. Ini artinya kita harus mengetahui dan mencatat apa-apa saja penghasilan tahunan dan apa-apa saja pengeluaran tahunan.

Penghasilan tahunan biasanya berupa seperti berikut :

  1. Bonus tahunan
  2. Bonus cuti dari perusahaan
  3. Tunjangan hari raya
  4. Penghasilan dari bisnis atau penghasilan tahunan lainnya

Pengeluaran tahunan adalah pengeluaran yang dikeluarkan setahun sekali, biasanya digunakan untuk keperluan seperti berikut :

  1. Pembayaran Asuransi Tahunan
  2. Qurban
  3. Uang tahunan sekolah anak
  4. STNK
  5. Pengeluaran Hari Raya
  6. Liburan tahunan
  7. Pengeluaran tahunan lainnya

Jumlahkan masing-masing penghasilan tahunan dan pengeluaran tahunan. Lalu dengan membandingkan keduanya, maka mungkin saja terdapat beberapa kondisi sebagai berikut :

  1. Penghasilan tahunan pas untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran tahunan. Selamat, artinya pengeluaran tahunan anda dapat tercukupi. Tapi, ada satu hal yang harus diperhatikan, apakah dari perhitungan tersebut THR anda pas untuk kebutuhan Hari Raya? Nah, kalau lebih artinya, ada sebagian dana THR kita yang harus dialokasikan untuk keperluan lain. Kalau kurang , artinya, ada sebagian dari penghasilan tahunan lainnya yang harus dialokasikan untuk pengeluaran hari raya.
  2. Penghasilan tahunan lebih besar dari kebutuhan pengeluaran tahunan. Selamat lagi, artinya anda bisa menggunakan kelebihan penghasilan tahunan untuk tabungan atau investasi.
  3. Penghasilan tahunan lebih kecil dari kebutuhan pengeluaran tahunan. Wah, kalau seperti ini, artinya penghasilan tahunan anda tidak cukup. Anda harus mengurangi pengeluaran tahunan atau menabung setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan tahunan ini.

Dari ketiga kondisi tersebut diatas, apabila anda berada pada kondisi no. 3 (defisit cash flow tahunan), maka melakukan efisiensi dalam pengeluaran tahunan, perlu dilakukan. Apabila salah satu alternatifnya adalah mengurangi pengeluaran hari raya, maka apa saja efisiensi yang bisa anda lakukan ? inilah langkah-langkahnya :

  1. Menyiapkan Zakat perbulan. Selalu sisihkan untuk zakat terlebih dahulu setiap bulannya. Kalau perlu langsung dibayarkan supaya tidak terlupa.
  2. Menabung setiap bulan untuk memberi THR kepada orang lain. Untuk pembantu dirumah, supir, tukang kebun, satpam, tukang sampah, hansip, guru ngaji, guru disekolah anak, ayooo buat daftarnya jangan ada yang terlupa untuk dikasih THR nya. Sisihkan juga receh receh untuk tukang minta minta yang semakin bertambah jumlah nya di hari lebaran.
  3.  Kurangi konsumsi lebaran. Setiap lebaran dirumah selalu berlimpah dengan makanan mulai dari kue kue, ketupat, lauk dan sebagainya. Dan selalu setiap tahunnya ada saja makanan yang tidak habis kita konsumsi, karena kita takut kalau menyiapkan sedikit akan kekurangan, alhasil jadinya malah selalu berlebihan. Nah, coba kurangi porsi nya sedikit dari tahun lalu.
  4. Tidak atau Mengurangi membeli Baju lebaran. Tidak harus selalu baru kan ? inilah point yang paling bisa dihemat.
  5. Menghemat Ongkos mudik. Susahnya, biaya mudik selalu lebih besar dari biaya transportasi hari hari biasa. Kalau memang setiap tahun harus pulang, coba pesan tiket dari jauh jauh hari, mungkin harganya masih lebih murah. Atau alternatif biaya yang murah lainnya. Kalau tidak menjadi keharusan, mungkin pulang mudik bisa diselang seling tahunnya, tahun ini pulang, tahun depan tidak. Jangan lupa sisihkan dana cadangan untuk kebutuhan darurat saat perjalanan mudik.

Kalau soal penghematan, anda sendirilah yang paling tahu dibagian mana yang bisa dihemat. Yang paling susah adalah pelaksanaannya. Ayo, perhitungkan dengan baik. Anda tidak mau kan bersenang senang di hari raya, tapi setelahnya harus pusing memikirkan pengeluaran lain yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

Selamat berhitung !!

[foto dari mummy-who-bakes.blogspot.com]

Comments are closed.

WhatsApp chat