Yang terpenting proteksi, bukan cuma uang kembali

Kontan – Oleh Dessy Rosalina – Senin, 20 Februari 2012 | 13:01 WIB

JAKARTA. Penyakit selalu datang tiba-tiba. Semua golongan usia, mulai dari usia anak, muda, hingga tua pun, tak luput dari serangan penyakit. Dalam kondisi sakit tak berdaya, kita baru menyadari penting memiliki polis asuransi kesehatan.

Budi Triadi Pratama, perencana keuangan AFC Financial Check Up, menjelaskan, saat ini sebagian besar masyarakat, terutama usia muda, cenderung enggan membeli asuransi kesehatan. Alasannya, tubuh yang masih terlihat bugar jarang menderita sakit. Alasan lain, perusahaan tempat kita bekerja menyediakan tunjangan kesehatan. “Makanya rata-rata orang berpikir 2-3 kali untuk membeli asuransi kesehatan,” ujarnya.

Minimnya kesadaran masyarakat akan manfaat asuransi kesehatan inilah yang membuat perusahaan asuransi gencar berpromosi. Salah satu pemanis yang diberikan perusahaan asuransi adalah program cash back di asuransi kesehatan. Seperti namanya, perusahaan asuransi mengembalikan premi yang telah dibayarkan pemegang polis setelah periode tertentu.

Besaran premi yang dikembalikan beragam. Saat ini, setidaknya, ada dua produk asuransi kesehatan murni yang menawarkan cash back. Pertama, Cigna Care and Save dari PT Asuransi Cigna, yang ditawarkan sejak Januari 2012. Kedua, AIA Pundi Sehat Plus dari PT AIA Financial.

Cigna menjanjikan cash back sebesar 50% dari total premi. Cash back diberikan pada akhir tahun ketiga kontrak, ada atau tidak ada klaim. “Selain cash back, ada juga diskon 10% bagi pembayaran premi satu tahun sekaligus,” ujar Reginald J. Hamdani, Associate Director, Head of Strategic Marketing PT Asuransi Cigna.

Sementara itu, AIA akan mengembalikan 100% premi yang dibayarkan di akhir tahun ke-10, yang notabene akhir masa kontrak polis. Seperti halnya Cigna,cash back tetap diberikan meskipun si pemegang polis telah melakukan klaim selama masa kontrak tersebut.

Kedua perusahaan asuransi tersebut mengakui, iming-iming cash back merupakan strategi untuk meningkatkan minat masyakarat membeli polis asuransi kesehatan. “Selama ini, cash back sukses menjadi nilai plus yang menarik masyarakat membeli polis. Sebab premi proteksi murni umumnya hangus,” ujar Ade Bungsu, Chief Marketing Officer & Head of Syariah PT AIA Financial.

Tejasari, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, menilai, pemberian cash back baik sebesar 50% ataupun 100% menguntungkan bagi pemegang polis. Soalnya, pemegang polis mendapatkan manfaat dobel, yakni memperoleh kembali premi yang telah dibayarkan sekaligus mendapatkan manfaat dari premi tersebut. “Jika cash back premi hingga 100%, sama saja punya asuransi secara gratis dengan hanya menitipkan uang dalam jangka waktu tertentu,” imbuh dia.

Lain lagi pandangan Eko Endarto. Perencana keuangan dari Finansia Consulting ini mewanti-wanti agar calon pemegang polis menganggap program cash back premi sebagai manfaat tambahan. Menurut dia, pertimbangan utama dalam memilih asuransi kesehatan adalah manfaat perlindungan atau proteksi yang diberikan. Sebab, jika cash back yang diberikan malah mengakibatkan manfaat asuransi berkurang, tujuan utama memiliki asuransi kesehatan tidak akan tercapai. “Biasanya yang memberikan cash back dan sejenisnya menerapkan premi sedikit lebih besar,” imbuh Eko.

Eko mengingatkan, sejatinya asuransi kesehatan memiliki manfaat yang bisa digunakan untuk menutupi biaya yang ditimbulkan saat pemegang polis menderita sakit. Tidak cuma membayar biaya rumahsakit dan obat-obatan saja, namun juga nilai ekonomis dari produktivitas yang terhambat atau tidak bisa dilakukan lantaran terbaring di rumahsakit. Karena itu, jika tertarik pada tawaran cash back asuransi kesehatan, ada beberapa hal yang harus Anda cermati.

Manfaat yang diperoleh

Budi berpendapat, agak sulit menilai apakah premi yang dibayarkan sepadan dengan manfaat yang diberikan asuransi kesehatan dibandingkan dengan produk asuransi jenis lain. Sebab, ada banyak komponen yang tertera pada polis asuransi kesehatan, seperti biaya dokter, biaya obat, biaya rawat inap, dan lainnya. Karena itu, agar mudah membandingkan manfaat yang diberikan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung kebutuhan.

Misalkan, Anda mendapat tunjangan rawat inap dari perusahaan tempat Anda bekerja sebesar Rp 500.000 per hari, tapi menginginkan fasilitas rawat inap kelas satu dengan tarif Rp 1,2 juta per hari. Itu berarti, kebutuhan tambahan biaya rawat inap Anda adalah
Rp 700.000 saban hari.

Selanjutnya, Anda bisa mencari beberapa produk asuransi kesehatan yang menawarkan santunan rawat inap mencapai Rp 700.000 per hari dan membanding-bandingkan preminya. “Kalau sudah memiliki asuransi kesehatan yang mencukupi kebutuhan dan dana darurat, pembelian asuransi cash back hanya akan menambah kewajiban,” imbuh Tejasari.

Cigna Care and Save menawarkan empat plan dengan premi mulai dari Rp 80.000-Rp 600.000 saban bulan, tergantung usia dan jenis plan yang dipilih. Adapun manfaat maksimal yang Anda peroleh adalah 60 hari rawat inap per penyakit selama setahun.

Sebagai contoh, jika usia Anda berkisar 18 tahun–29 tahun dan mengambil plan dengan besaran premi Rp 129.000 per bulan, manfaat dari Cigna Care and Save yang akan Anda peroleh adalah santunan rawat inap sebesar Rp 450.000 per hari dan santunan harian perawatan di intensive care unit (ICU) Rp 900.000 per hari.

Sementara, untuk mendapatkan fasilitas rawat inap dan santunan perawatan ICU dengan besaran yang mirip dari produk asuransi AIA Pundi Sehat Plus, Anda mesti membayar premi Rp 350.000 per bulan. Perincian manfaatnya adalah fasilitas rawat inap senilai Rp 400.000 per hari dan santunan perawatan ICU Rp 800.000 per hari. Namun, batas proteksi AIA Pundi Sehat Plus lebih panjang, maksimal 90 hari per tahun. AIA Pundi Sehat Plus menawarkan premi Rp 170.000 hingga Rp 350.000 per bulan.

Tejasari bilang, besaran premi premi dan uang pertanggungan (UP) sah-sah saja menjadi pertimbangan. Tapi, manfaat polis tetap harus jadi pertimbangan utama. Percuma premi murah jika manfaatnya tidak mencukupi kebutuhan. Jika jatuh sakit, Anda mesti mengeluarkan dana ekstra.

Cakupan layanan

Jika manfaat polis sudah cocok, tengok juga cakupan pelayanan yang diberikan. Eko bilang, hal mendasar yang harus diperhatikan perihal layanan asuransi kesehatan adalah semakin banyak rumahsakit yang digandeng perusahaan asuransi, semakin baik. Saat ini, pemegang polis Cigna bisa leluasa mengajukan klaim dari rumahsakit mana pun. Demikian pula dengan AIA. Maklum, keduanya memakai sistem reimburse. Pemegang polis membayar dulu tagihan, baru kemudian asuransi mengganti klaimnya.

Reginald berpromosi, Cigna Care and Save juga menyediakan layanan ambulans lokal dan evakuasi darurat atau Cigna Service Assistance. Layanan ini gratis di seluruh dunia apabila pemegang polis atau anggota keluarga terdekat pemegang polis, yakni suami, istri, dan anak, mengalami kecelakaan dan membutuhkan evakuasi, mulai dari ambulans hingga pesawat ke rumahsakit terdekat.

Syarat dan ketentuan yang berlaku 

Budi menjelaskan, seringkali, pemegang polis tidak memahami syarat dan ketentuan yang berlaku secara benar. Penyebabnya, penjelasan yang diberikan agen asuransi sangat terbatas. Selain itu, pemegang polis cenderung tidak melakukan verifikasi penjelasan yang dikatakan agen. “Padahal belum tentu agen paham betul. Pemegang polis harus memahami langsung dari polis yang diberikan,” ujar dia.

Karena itu, sebelum tergiur cash back yang diberikan, Budi menyarankan agar calon pemegang polis menanyakan secara detail perihal syarat dan ketentuan yang berlaku untuk cash back yang diberikan. Pada Cigna Care and Save, syarat mutlak untuk menerima pengembalian premi adalah membayar premi secara rutin tanpa putus selama tiga tahun. Tak jauh berbeda, AIA Pundi Sehat Plus pun mewajibkan pemegang polis membayar iuran premi dengan lancar saban bulannya.

Masih ada ketentuan lain. Misalnya prosedur klaim, periode maksimal klaim, dan syarat klaim. Ambil contoh, syarat yang dibutuhkan saat mengajukan klaim. Kebetulan Cigna dan AIA sama-sama membolehkan bukti tagihan dari rumahsakit berupa fotokopi yang dilegalisir. “Tanyakan juga jika ada biaya lain selain premi,” sambung Tejasari.

Ibarat menabung tanpa mendapat bunga

Iming-iming pengembalian premi alias cash back yang melekat pada produk asuransi kesehatan selintas memang menggiurkan. Sebab, premi asuransi kesehatan biasanya hangus begitu masa proteksi berakhir. Lebih menarik lagi karena cash back tersebut tetap berlaku meski pemegang polis telah melakukan klaim. Namun demikian, kewajiban membayar sejumlah premi secara rutin pada periode tertentu bisa jadi membuat nilai cash back sejatinya kurang menarik.

Tejasari, perencana keuangan dari Tatadana Consulting, mengibaratkan, program cash back ini bak menitipkan uang dalam periode tertentu tanpa mengharap bunga sama sekali. Itu berarti cost of money. Padahal, jika menempatkan dana premi tadi di keranjang investasi, ada imbal hasil atawa return yang Anda peroleh. “Semakin panjang periode investasi, semakin tinggi peluang mendapatkan return,” ujarnya.

Jadi, jika Anda telah memiliki tunjangan kesehatan yang mencukupi kebutuhan, baik dari perusahaan tempat Anda bekerja atau berbentuk asuransi kesehatan, program cash back ini jadi kurang menarik. Bisa jadi, justru preminya lebih tinggi daripada premi asuransi kesehatan tanpa cash back.

Sumber

Incoming search terms:

  • pengakhiran kontrak asuransi cigna

Comments are closed.

WhatsApp chat